Pemerintah Diminta Pahami Dahulu Dampak Pemangkasan Eselon III dan IV Sebelum Gunakan Robot Pintar

Yaqut Cholil Qoumas menilai keinginan Presiden Jokowi untuk mengganti jabatan eselon III dan IV dengan robot pintar merupakan gagasan yang bagus.

Pemerintah Diminta Pahami Dahulu Dampak Pemangkasan Eselon III dan IV Sebelum Gunakan Robot Pintar
Tribunnews.com/Seno Tri Sulistiyono
Yaqut Cholil. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) menilai keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengganti jabatan eselon III dan IV dengan Artificial Intelligence (AI) atau robot pintar merupakan gagasan yang bagus.

Sebelum menerapkannya, Gus Yaqut meminta pemerintah untuk memahami terlebih dahulu manfaat dan dampak dari pemangkasan atau alih fungsi pejabat eselon III dan IV ke robot pintar.

Sebab, tak semua satuan kerja eselon III dan IV tanggung jawabnya bisa dialih fungsikan.

Baca: Ancam Pelaku Impor Migas, Jokowi: Ada yang Senang Impor dan Tidak Mau Diganggu, Ini Saya Mau Ganggu

Ia khawatir apabila semua dialih fungsikan ke robot pintar, pelayanan publik menjadi tidak efektif dan menjadi amburadul.

"Ya bagus saja (wacana ganti Eselon III - IV dengan artificial intelligence. Tapi harus dipahami kompleksitas birokrasi. Jangan hanya karena ingin debirokratisasi, malah pelayanan masyarakat menjadi amburadul," ucap Gus Yaqut kepada wartawan, Jumat (29/11/2019).

Menurut Wakil ketua Komisi II DPR RI tersebut, pemerintah perlu melakukan kajian terlebih dahulu, agar nantinya tidak merusak system birokrasi dan pelayanan masyarakat jadi bisa lebih baik pasca diterapkan.

"Iya (perlu kajian terlebih dahulu), Jangan maunya cepat tapi tidak tepat. Keinginan yang baik jangan sampai hanya merusak sistem," katanya.

Baca: Istana: Jokowi Ingin Pakai Kecerdasan Buatan untuk Birokrasi dan Regulasi

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana akan mengganti pegawai negeri sipil (PNS) dengan artificial intelligence atau kecerdasan buatan.

Hal ini sejalan dengan program pemangkasan pejabat eselon di lingkungan kementerian dan lembaga (k/l).

"Kita lakukan pengurangan eselon, kita punya eselon I, II, III, IV, kita akan lakukan yang III dan IV akan kita potong," jelas Jokowi di acara CEO Forum di Ritz-Charlton, Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Baca: Hidayat Nur Wahid Memastikan Akan Hadir Dalam Reuni 212

Menurut Jokowi, program pemangkasan pejabat eselon di kementerian dan lembaga dalam rangka reformasi birokrasi yang selama ini dibutuhkan oleh para pelaku usaha.

Sebab, lanjut Jokowi, selama ini birokrasi menjadi satu di antara beberapa kendala investasi masuk ke Indonesia.

"Saya sudah perintahkan juga ke Men-PAN (Tjahjo Kumolo) diganti dengan artificial intelligence. Kalau diganti artificial intelligence, birokrasi kita lebih cepat. Saya yakin itu. Tapi sekali lagi, ini juga akan tergantung omnibus law ke DPR," ucap Jokowi.

Penulis: chaerul umam
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved