Tito Karnavian Belum Putuskan Izin Perpanjang FPI, Rocky Gerung Sebut Mendagri Tak Paham Khilafah

Perpanjangan izin ormas FPI masih akan didalami lebih lanjut, walaupun Kemenag sudah mengeluarkan surat rekomendasi kepada Mendagri Tito Karnavian.

Tito Karnavian Belum Putuskan Izin Perpanjang FPI, Rocky Gerung Sebut Mendagri Tak Paham Khilafah
Tangkapan Layar KompasTV
Rocky Gerung dan Tito Karnavian 

TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Agama (Kemenag) sudah mengkaji dan memberikan surat rekomendasi perpanjangan izin Front pembela Islam (FPI).

Namun rekomendasi pemberian izin tersebut masih didalami pemerintah dan keputusan ada di tangan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Tito Karnavian menilai masih ada aturan dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) FPI yang dinilai berpotensi bertentangan dengan prinsip NKRI sehingga mengganjal pemberian izin perpanjangan FPI.

Tito memastikan perpanjangan rekomendasi FPI masih akan terus dikaji oleh kementeriannya.

Sementara itu, walaupun sempat diminta untuk mempertimbangkan kembali rekomendasi untuk perpanjangan izin ormas FPI, Menteri Agama Facrul Razi memutuskan tidak akan mencabut rekomendasi tersebut.

Menyikapi hal ini, Politisi PDIP Budiman Sudjatmiko dalam acara ROSI dalam YouTube KompasTV, memberikan pernyataan bagaimana sebuah negara mengizinkan sebuah ormas yang dalam konstitusinya bisa membunuh negara itu.

Budiman menilai FPI merupakan ormas yang akan mendirikan negara khilafah di Republik Indonesia.

"Oh iya dong. Menggantikan dengan cara lain, membunuh dong! Anda tidak bisa mendirikan khilafah di atas NKRI yang hidup," kata Budiman, Kamis (28/11/2019).

Ia menambahkan tak hanya berbentuk ide yang dibunuh melainkan bisa merambah pembunuhan fisik.

"Bisa secara fisik juga dalam kejadiannya. Bukan hanya sekedar ide yang dibunuh. Bukan cuma ide Pancasila yang dibunuh. Orang yang mendukung Pancasila itu juga bisa dibunuh," lanjut Budiman.

Halaman
1234
Penulis: Nidaul 'Urwatul Wutsqa
Editor: Ifa Nabila
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved