Curhatan ‎Megawati Tentang Awal Mula Pengangkatannya Sebagai Ketua Dewan Pengarah BPIP

Ketika itu Megawati mengaku sedang berada di luar negeri. Dia mendapat telepon dari Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Curhatan ‎Megawati Tentang Awal Mula Pengangkatannya Sebagai Ketua Dewan Pengarah BPIP
Wartakota/Adhy Kelana
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan sambutan dan sekaligus membuka Sekolah Kepemimpinan Kader PDIP dewan provinsi, kabupaten/kota di Tapos, Depok, Jawa Barat, Jumat (22/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Megawati Soekarnoputri berbagi cerita bagaimana ketika dirinya diangkat menjadi Ketua Dewan Pengarah BPIP oleh Presiden Jokowi.

Ketika itu Megawati mengaku sedang berada di luar negeri. Dia mendapat telepon dari Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Di perbincangan tersebut, Megawati diminta menjadi Ketua Dewan Pengarah BPIP.

"Saya waktu itu sedang di luar negeri. Lalu ditelepon oleh Setkab diminta untuk jadi ketua dewan pengarah. Yang saya langsung bilang ke Pak Pramono, kenapa saya Pram? Saya berdua sudah seperti saudara," ungkapnya di sela-sela acara Presidential Lecture Internalisasi dan Pembumian Pancasila di Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Megawati sempat berpikir Presiden Jokowi sangat tega memilih dirinya yang merupakan mantan Presiden kelima menjadi Ketua Dewan Pengarah BPIP.

Baca : Gara-gara Prabowo, Panglima TNI & Menlu Ternyata Pernah Kena Marah Presiden RI, Persoalannya Serius

Tapi pada akhirnya Megawati menyanggupi permintaan menjadi Ketua Dewan Pengarah demi ideologi Pancasila.

"Beliau (Jokowi) yang memilih, kok beliau kebangetan ya. Saya ini kan pensiunan presiden ke-5 kok diturunkan ke unit kerja. Tapi karena ini itu untuk sebuah ideologi bangsa ya saya terima, saya tidak tahu teman-teman saya siapa," katanya.

Baca: KPK Akan Tindaklanjuti Munculnya Nama Tatam dalam Sidang Suap Impor Bawang

Sampai pada akhirnya Megawati merasa senang karena ‎jabatan di Dewan Pengarah di BPIP diisi para tokoh-tokoh bangsa.

Beberapa diantaranya kini "naik kelas" seperti Ma'ruf Amin yang menjadi Wakil Presiden dan Mahfud MD yang menjadi Menkopolhukam.

Hingga kini, pengganti Ma'ruf Amin dan Mahfud MD belum ada. Megawati meminta Jokowi segara menunjuk tokoh penggantinya.

"Mohon maaf pak Presiden, saya sudah sering kali ingatkan. Sampai saat ini tetapp belum ada penggantinya Pak Ma'ruf Amin dan Mahfud MD, kami masih kurang," paparnya.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved