Walhi: Ada 146 Dugaan Kriminalisasi Terhadap Pejuang Lingkungan Hidup Sepanjang 2014-2019

"Antara lain Jakarta empat kasus, Jawa Barat lima kasus, Jogjakarta 19 kasus, Jawa Tengah 15 kasus dan Jawa Timur 103 kasus," ujarnya

Walhi: Ada 146 Dugaan Kriminalisasi Terhadap Pejuang Lingkungan Hidup Sepanjang 2014-2019
Kompas.com/Achmad Nasrudin Yahya
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mengadakan jumpa pers di tengah perayaan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) di Kantor Walhi, Selasa (10/12/2019) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tercatat sebanyak 146 kasus dugaan kriminalisasi menyasar para pejuang lingkungan hidup di Pulau Jawa pada periode 2014-2019.

Berdasarkan catatan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), kasus kriminalisasi tersebut terjadi di lima wilayah.

Baca: Respons PPP Soal Jokowi Buka Peluang Hukuman Mati bagi Koruptor

"Antara lain Jakarta empat kasus, Jawa Barat lima kasus, Jogjakarta 19 kasus, Jawa Tengah 15 kasus dan Jawa Timur 103 kasus," ujar Manager Tata Ruang dan GIS Walhi Achmad Rozani di Kantor Walhi, Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Rozani menegaskan bahwa praktik kriminalisasi itu berkaitan erat dengan Undang-Undang (UU) Perlindungan dan Pengolahan Lingkungan Hidup (PPLH) Pasal 66.

Sebab, para korban adalah orang yang memperjuangkan hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat tidak dapat dituntut secara pidana maupun digugat secara perdata.

Namun, kata Rozani, fakta yang terjadi, bukan saja para pejuang lingkungan mengalami kriminalisasi.

Melainkan juga dihadapi tindak kekerasan.

"Dalam banyak kasus, pola kekerasan yang dialami rakyat tidak banyak berbeda ketika berhadapan dengan swasta atau pun negara, di mana aparatur negara terlibat, baik secara langsung atau pun tidak," kata dia.

Rozani mengungkapkan, berdasarkan data tipologi kasus, industri ekstraktif masih menjadi sektor yang menyumbang konflik paling tinggi.

Halaman
12
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved