Wantimpres Jokowi

Tolak Jadi Wantimpres, OSO Pilih Berjuang Bersama Hanura untuk Kembali ke Senayan pada 2024

Inas mengatakan untuk menjadi Wantimpres disebutkan pengurus partai politik harus mengundurkan diri dari kepengurusan partainya.

Tolak Jadi Wantimpres, OSO Pilih Berjuang Bersama Hanura untuk Kembali ke Senayan pada 2024
Tribunnews.com/ Seno Tri Sulistiyono
Ketua Partai Hanura Oesman Sapta Odang di Istana Bogor, Rabu (24/7/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) menolak ajakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) masuk dalam Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah Zubir mengatakan keputusan OSO tak lain karena yang bersangkutan memilih fokus berjuang bersama partainya untuk kembali ke Senayan pada 2024 mendatang.

"Pak OSO lebih memilih berjuang bersama kader-kadernya menata kembali partai Hanura agar dapat kembali ke Senayan pada tahun 2024, ketimbang menjadi pejabat tinggi," ujar Inas, ketika dihubungi Tribunnews.com, Sabtu (14/12/2019).

Baca: Relawan Jokowi Dukung Pengangkatan Watimpres Baru

Inas mengatakan untuk menjadi Wantimpres disebutkan pengurus partai politik harus mengundurkan diri dari kepengurusan partainya.

Hal itu merujuk pada UU No 19 Tahun 2006 tentang dewan pertimbangan presiden. Maka OSO menolak ajakan Jokowi karena memilih terus berjuang bersama partai dan tak bisa mundur dari partainya.

"Dengan alasan tersebut, tentunya pak Jokowi sangat memahami dan memghargai pilihan yang diambil oleh Ketua Umum Hanura," kata dia.

Baca: Profil Wantimpres Baru Jokowi Habib Luthfi, Turunan Nabi Muhammad yang Jadi Ketua Sufi Internasional

"Apalagi dengan tegas pak OSO mengatakan akan tetap mendukung 100 persen pemerintahan Jokowi," pungkas Inas.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengamini sempat menunjuk Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (Oso) menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Sayangnya Oso menolak tawaran itu.

Atas penolakan Oso, Jokowi mengaku bisa memakluminya. Pasalnya apabila menjadi Wantimpres Oso harus mundur dari Ketum Hanura.

Sesuai aturannya, memang pimpinan partai politik (Parpol) memang tidak bisa merangkap jabatan Wantimpres.

Halaman
12
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved