Wantimpres Jokowi

Tolak Jadi Wantimpres, OSO Pilih Berjuang Bersama Hanura untuk Kembali ke Senayan pada 2024

Inas mengatakan untuk menjadi Wantimpres disebutkan pengurus partai politik harus mengundurkan diri dari kepengurusan partainya.

Tribunnews.com/ Seno Tri Sulistiyono
Ketua Partai Hanura Oesman Sapta Odang di Istana Bogor, Rabu (24/7/2019). 

"Pak Oesman Sapta Odang memang semula kita pilih tapi karena dalam wantimpres tidak boleh merangkap berkaitan dengan politik," ujar Jokowi usai pelantikan Wantimpres di Istana Negara Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Atas pertimbangan itulah, Oso yang juga mantan Ketua DPD itu memilih fokus untuk mengurusi partainya.

Jokowi melanjutkan Oso telah menemui Menteri Sekretaris Negara Pratikno untuk menyampaikan alasannya itu.

"Sehingga Pak Oesman Sapta tadi pagi menyampaikan kepada Menteri Sekretaris Negera bahwa beliau lebih mencintai partai. Sehingga tidak mau dan mundur dari wantimpres," tambah Jokowi.

Untuk diketahui pelantikan Wantimpres dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 137/P/2019 tentang pengangkatan Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden.

Baca: Pensiun dari Kursi Menteri, Wiranto Kini Jadi Ketua Wantimpres

Mantan Menko Polhukam Wiranto ditunjuk sebagai Ketua merangkap anggota Wantimpres.

Sementara, delapan anggota lainnya yakni Sidarto Danusubroto (politisi senior PDIP), Agung Laksono (politisi senior Partai Golkar), Dato Sri Tahir (bos Mayapada Group), Putri Kuswisnu Wardani (bos Mutika Ratu).

Mardiono (politisi PPP), Arifin Panigoro (bos Medco Energi), Soekarwo (mantan Gubernur Jawa Timur), hingga Luthfi bin Yahya (Tokoh NU).

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved