Breaking News:

Dirjen Karliansyah: PROPER Mendukung Penerapan Industri 4.0

Jadi era industri 4.0 sudah dapat diantisipasi oleh PROPER dengan mengembangkan berbagai istem pemantauan baik dari sisi sumber pencemaran

Ist
Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RM. Karliansyah 

Sedangkan untuk pemantauan kualitas udara ambien telah dipasang AQMS (Air QualityMonitoring System) yang saat ini difokuskan pada daerah rawan kebakaran lahan dan daerah perkotaan yang memiliki risiko pemaparan pencemaraan dari aktifitas kendaraan bermotor dan industri.

Begitu pula untuk pemantauan ekosistem gambut telah terbangun SIMATAG (Sistem Monitoring Tinggi Muka Air Tanah Gambut) untuk memastikan ekosistem gambut tetap basah sehingga tidak mudah terjadi kebakaran.

“Sistem ini merupakan cara mengumpulkan data dalam jumlah yang sangat besar dan real time untuk mengetahui kondisi kualitas lingkungan dan memprediksi pola perilakunya. Deteksi dini untuk kondisi kualitas air dapat diakses di http://ppkl.menlhk.go.id/onlimo-2018/ atau aplikasi android Onlimo KLHK,” kata Karliansyah.

Sedangkan untuk deteksi dini hasil pemantauan kualitas udara real time dapat diakses di http://iku.menlhk.go.id/aqms/.

Kemudahan Perusahaan Sampaikan Laporan

Lebih lanjut Dirjen Karliansyah menjelaskan, perubahan kualitas lingkungan tentu saja sangat dipengaruhi oleh pola perilaku sumber-sumber pencemarnya. Oleh sebab itu untuk dapat membuat gambaran pola perilaku sistem yang lebih komprehensif perlu dipasang sensor-sensor untuk memantau perilaku sumber-sumber pencemar tersebut.

Terkait dengan itu, pemantauan limbah cair industri diintegrasikan dalam SPARING (Sistem Pemantauan Kualitas Air Limbah Secara Terus Menerus dan dalam Jaringan), sedangkan emisi udara dari cerobong yang dipantau dengan CEMs (Continous Emission Monitoring System) diintegrasikan dalam SISPEK (SistemInformasi Pemantauan Emisi Industri secara Kontinyu).

Sistem pemantauan ini merupakan subsistem dari SIMPEL (Sistem Pelaporan Elektronik Lingkungan Hidup), yaitu sebuah sistem pelaporan on-line yang menggantikan sistem pelaporan manual atau cetak.

Dengan SIMPEL ini, lanjut Karliansyah, KLHK telah memberikan kemudahan bagi perusahaan dalam penyampaian laporan (tidak perlu lagi mengirimkan laporannya, ataupun datang secara langsung ke kantor KLHK).

Perusahaan cukup meng-input-kan data hasil analisis laboratorium dan pengelolaan limbah B3 secara online dengan melengkapi file pendukung yang dibutuhkan.

Halaman
1234
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved