Erick Thohir Bersihkan BUMN

Refly Harun Jelaskan Syarat Jadi Komisaris Perusahaan BUMN, Punya Integritas hingga Tahu Manajemen

Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menjelaskan syarat menjadi komisaris perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

youtube
Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun 

"Kita nggak banyak anak perusahaannya, cuma lima saja," ungkap Refly.

"Satu yang sudah beroperasional, yang empat belum beroperasional," jelasnya.

Mengenai empat anak perusahaan yang tidak beroperasional itu, ia menyebut karena belum ada penghasilannya.

"Saya kira memang belum bisa diharapkan, karena memang belum ada penghasilannya di sana," katanya.

Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun
Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun (Tribunnews.com/ Danang Triatmojo)

Mengenai kasus yang belakangan terungkap, yaitu mantan Dirut Garuda, Ari Askhara yang merangkap jabatan sebagai komisaris utama di anak dan cucu perusahaan Garuda, Refly Harun membantah dirinya juga merangkap jabatan.

Ia mengaku jabatan komisaris tidak bisa rangkap jabatan, seperti halnya jabatan direksi.

"Kalau komisaris itu tidak rangkap jabatan, yang rangkap jabatan itu direksi," ujar Refly Harun.

"Kalau komisaris utama rangkap jabatan di anak perusahaan, dia jadi anak buah direksi, terbalik namanya," lanjut Refly.

Refly menjelaskan, anak perusahaan mendapat pendapatan investasi dari perusahaan induknya.

Sehingga direksi perusahaan induk itu menjadi komisaris di anak perusahaan untuk pengawasan.

Halaman
1234
Penulis: Nuryanti
Editor: Whiesa Daniswara
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved