Kasus Kepemilikan Senjata Api Sopir Lamborghini di Kemang, Ini Penjelasan Perbakin

pengendara Lamborghini yang menodongkan pistol ke arah dua pelajar di Kawasan Kemang, Jakarta Selatan akhirnya diamankan polisi.

Kasus Kepemilikan Senjata Api Sopir Lamborghini di Kemang, Ini Penjelasan Perbakin
TribunJakarta/Kompas.com
pengemudi Lamborghini todong pelajar pakai pistol di Kemang 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kasus pengendara Lamborghini yang menodongkan pistol ke arah dua pelajar di Kawasan Kemang, Jakarta Selatan mendadak viral di media sosial.

Kabar beredar pelaku yang berinisial AM itu diketahui memiliki izin kepemilikan senjata.

Kondisi ini pun membuat Ketua Perbakin DKI Jakarta, Irjen Pol Setyo Wasisto pun turut menjelaskan ihwal masalah kepemilikan senjata.

Menurut dia, ada dua kriteria yang bisa memiliki izin senjata.

Baca: Nasib Pelajar yang Ditodong Pengemudi Lamborghini, Diperlakukan Kasar Hanya karena Wah Mobil Bos Nih

Baca: Perbakin Komentari Pengemudi Lamborghini Bergaya Koboi saat Ketemu Pelajar di Kemang

Baca: Sosok Pengendara Lamborghini yang Todongkan Pistol ke Pelajar, Mobilnya Kini Rusak karena Ini

"Masalah kepemilikan senjata api itu ada dua. Yang pertama Perbakin untuk olahraga prestasi. nah ada lagi yang izin khusus senjata api untuk bela diri itu langsung dari mabes polri, Badan Intelijen Keamanan Polri (Baintelkam) ya untuk ini," kata Setyo kepada awak media, Rabu (25/12/2019).

Untuk Perbakin, dia mengungkapkan, tak boleh diizinkan membawa senjata dalam kondisi apapun. Semuanya, kata dia, harus digudangkan usai dipakai latihan di Perbakin.

"Kalau untuk perbakin senjata tidak ada dibawa bawa, jadi tidak ada izin untuk membawa bawa senjata karena semuanya harus digudangkan. Kalaupun itu dibawa, dalam rangka untuk latihan diperbakin. Jadi di perbakin ada tiga, bidang target, bidang berguru, tembak reaksi," jelas Setyo.

Untuk kasus penodongan Lamborghini, ia tak menampik bahwa yang bersangkutan memang memiliki kartu anggota Perbakin. Namun, dia tak mengetahui apakah masa aktifnya masih berlaku atau tidak

"Jadi yang kemarin itu dia memang punya kartu anggota perbakin tapi saya mesti cek dulu apa masih valid atau tidak. Kedua dia dari klub mana, karena perbakin itu anggota dari klub-klub menembak," tuturnya.

Halaman
123
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved