Rabu, 13 Mei 2026

Pilkada Serentak 2020

Cerita Megawati soal Kadernya Terkena OTT KPK Jelang Pilkada: Saya Jadi Trauma

Ketua Umum PDI P Megawati Soekarnoputri menceritakan rasa tramuanya soal kadernya yang terjaring OTT KPK menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)

Tayang:
Penulis: Isnaya Helmi Rahma
Editor: Ifa Nabila
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri memberikan penjelasan saat pengumuman kepala daerah yang diusung PDI Perjuangan dalam Pilkada serentak 2020 di Jakarta, Rabu (19/2/2020). PDIP secara remsi mengumumkan 49 pasangan untuk diusung dalam Pilkada 2020. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri memimpin pengumuman 49 calon kepala daerah yang akan diusung partainya di Pilkada serentak 2020.

Setelah mengumumkan para kandidat tersebut, Megawati kemudian memberikan arahan kepada para kadernya.

Mereka yang telah mendapatkan tiket untuk maju dalam Pilkada 2020 diimbau agat tidak lupa diri.

Ia kemudian bercerita tentang Pilkada 2018 lalu.

Megawati menyinggung soal penangkapan Bupati Ngada Marianus Sae yang terjaring OTT (operasi tangkap tangan) KPK, menjelang pemilihan gubernur NTT (Nusa Tenggara Timur).

Presiden ke-5 RI ini mengaku insiden tersebut membuatnya jengkel dan trauma.

Pernyataan ini ia sampaikan saat memberikan sambutan dihadapan calon kepala daerah yang diusung PDIP di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Rabu (19/2/2020).

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri memberikan penjelasan saat pengumuman kepala daerah yang diusung PDI Perjuangan dalam Pilkada serentak 2020 di Jakarta, Rabu (19/2/2020). PDIP secara remsi mengumumkan 49 pasangan untuk diusung dalam Pilkada 2020. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri memberikan penjelasan saat pengumuman kepala daerah yang diusung PDI Perjuangan dalam Pilkada serentak 2020 di Jakarta, Rabu (19/2/2020). PDIP secara remsi mengumumkan 49 pasangan untuk diusung dalam Pilkada 2020. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

"Saya menjadi trauma ketika kemarin Pilkada NTT," ujarnya yang dilansir dari YouTube Kompas tv, Kamis (20/2/2020).

"Coba bayangkan hanya tinggal beberapa hari, tahu-tahu yang namanya Marianus langsung dinyatakan (tersangka)," imbuhnya.

Megawati merasa ada ketidak adilan dalam kasus tersebut.

Ia menduga penangkapan yang dilakukan KPK sebelum tiga hari jelang Pilkada 2018 terhadap Marianus merupakan pesanan dari pihak tertentu.

"Saya sebagai ketua umum bicara dengan KPU (Komisi Pemilihan Umum) ini gimana sih ini sudah enggak fair," kata Megawati.

"Bagaimana tinggal tiga hari atau berapa hari langsung saja diangkut. Dan itu pesanan," tegasnya.

Baca: Sindiran Megawati Pada Kader Tak Berpotensi: Kalau Punya Anak Tak Bisa Maju di 2024, Jangan Dipaksa

Baca: Ingin Gelar Formula E di Monas, Megawati Minta Anies Jangan Langgar Aturan

"Kalau memang mau anak-anak saya diambil, ya itu waktu sekarang ini (jauh sebelum hari pemilihan). Fair, tapi ya jangan ada pesanan," jelasnya.

Kejengkelan Megawati ini semakin memuncak saat pihak KPU menyebut penggantian calon merupakan hal yang mudah untuk Ketum PDI-P tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved