Cerdas Cermat 4 Pilar MPR
Juri LCC MPR di Kalbar Tak Kunjung Muncul dan Minta Maaf ke Publik, Muzani Beri Penjelasan
Dua juri kontroversial MPR RI hingga kini belum muncul ke publik dan tak kunjung memberikan minta maaf.
Ringkasan berita
- Ketua MPR RI Ahmad Muzani menjelaskan permintaan maaf terkait polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar di Kalimantan Barat sudah disampaikan secara kelembagaan oleh pimpinan dan Kesekjenan MPR, sehingga dianggap mewakili dewan juri yang menuai kontroversi.
- Dua juri yang disorot publik, Dyastasita W.B dan Indri Wahyuni, hingga kini belum muncul ataupun meminta maaf secara langsung.
- Polemik mencuat setelah jawaban identik dari SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas soal pemilihan anggota BPK dinilai berbeda oleh juri.
- Memicu protes peserta dan kritik luas di media sosial hingga MPR akhirnya meminta maaf serta menjanjikan evaluasi menyeluruh.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dua juri kontroversial yang terlibat dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI di Kalimantan Barat, hingga kini belum muncul ke publik dan tak kunjung memberikan minta maaf.
Dua juri yang dimaksud yakni Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita W.B, dan Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI Indri Wahyuni.
"Kelembagaan MPR kan sudah disampaikan oleh pak sekjen selaku pimpinan kita sudah memyampaikan permohonan maaf," kata Muzani saat memberikan keterangan pers, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Menurut Muzani, permintaan maaf yang disampaikan pihak kesetjenan dan pimpinan MPR telah mewakili kelembagaan secara keseluruhan, termasuk kesalahan yang dilakukan dewan juri.
"Dan itu sudah mewakili keseluruhan termasuk juri karena ini kegiatan lembaga, bukan kegiatan orang per orang," ujar Muzani.
Senada, Plt Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah mengatakan bahwa dewan juri pada LCC Empat Pilar MPR di Kalbar merupakan perwakilan dari Kesetjenan MPR RI.
Sebab itu, permintaan maaf yang disampaikan pihak kesetjenan MPR sebelumnya juga mewakili dewan juri.
"Seperti rilis yang sudah disampaikan beberapa hari yang lalu itu permohonan maaf dari kesekertariatan yang dalam arti kata saya menyampaikan permohonan maaf untuk kegiatan tersebut," pungkas Siti.
Kronologi kejadian
Polemik ini bermula saat babak final LCC Empat Pilar tingkat Kalbar digelar di Pontianak pada Sabtu (9/5/2026).
Kegiatan ini diikuti sembilan sekolah menengah atas di Kalbar.
Setelah melalui berbagai tahapan, tiga sekolah berhasil lolos ke babak final, yakni SMAN 1 Pontianak (Regu C), SMAN 1 Sambas (Regu B), dan SMAN 1 Sanggau (Regu A).
Persoalan krusial muncul saat sesi rebutan. Juri membacakan pertanyaan: DPR dalam memilih anggota BPK, wajib memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana?
Peserta dari Regu C (SMAN 1 Pontianak) menekan bel pertama kali dan menjawab dengan lugas.
"Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden," ujar salah seorang siswi dari Regu C.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ani-memberikan-keterangan-pers-di-Kompleks.jpg)