Breaking News:

Virus Corona

Pengusaha Travel Umrah-Haji PT UBEPE Rela Merugi

Perempuan yang sudah 17 tahun menggeluti usaha travel umrah-haji tersebut menilai kerugian materi tak sebanding dengan kesedihan dari para keluarga

https://www.instagram.com/mizzasriciblo/
Ilustrasi jemaah umrah asal Indonesia (Instagram.com/mizzasriciblo) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Beragam respon baik pro dan kontra muncul dari para pengusaha travel umrah-haji terkait kebijakan penghentian sementara jemaah umrah oleh Arab Saudi akibat virus corona.

Namun, Direktur PT Usaha Berkah Persada (UBEPE) Elly Lubis rela merugi.

Elly mengatakan kerugian yang akan dialami perusahaannya cukup besar, tetapi kebijakan Arab Saudi dilihatnya untuk menyelamatkan jutaan manusia di seluruh dunia.

Perempuan yang sudah 17 tahun menggeluti usaha travel umrah-haji tersebut menilai kerugian materi tak sebanding dengan kesedihan dari para keluarga korban virus corona.

Baca: Sido Muncul Gelar Seminar Herbal ke-46 di FK UGJ Cirebon

"Tentulah kita rugi, namun itu tidak sebanding dengan sakit yang dialami saudara kita yang mengidap virus corona, serta kesedihan yang dirasakan ribuan orang yang keluarganya meninggal dunia karena corona," ujar Elly, ketika dihubungi, Sabtu (29/2/2020).

Elly memahami keresahan yang dialami para pengusaha travel dan jemaah. Namun jika melihat secara komperehensif, baginya kebijakan tersebut bagian dari pencegahan dan juga untuk keselamatan jemaah.

"Kita bisa memahami kebijakan ini. Justru jika dipaksakan berangkat, kemudian membawa virus corona atau terkena virus corona akan menular kepada jemaah lain dari berbagai negara,” kata dia.

Baca: Banjir Selasa Kemarin, Pusat Bisnis Jakarta Merugi Rp56 Miliar

"Ini bukan umrahnya dibatalkan, namun ditunda karena peristiwa luar biasa yang tidak kita duga sebelumnya. Ibaratnya seperti orang yang berniat shalat berjemaah di masjid, namun tiba-tiba ada hujan besar, Allah maha mengetahui dan membalas niat baik hambanya," imbuh Elly.

Di sisi lain, Elly berharap agar Pemerintah Saudi mengimbau pengusaha hotel, jasa catering, hingga penyewaan bus untuk dapat memberikan jadwal ulang dan pengembalian biaya yang sudah dikirimkan (refund).

Hal itu mengingat kondisi finansial yang berbeda-beda dari tiap pengusaha travel umrah-haji. Elly turut berharap pihak maskapai penerbangan dapat menyediakan armada tambahan jika Pemerintah Saudi sudah mencabut kebijakan ini.

"Kalau boleh usul, jika Pemerintah Saudi sudah mencabut larangan, pihak maskapai menambah pesawat sehingga ketertundaan pemberangkatan umrah yang dialami jamaah tidak terlalu lama," tandasnya.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved