Virus Corona
1 WNI Kru Diamond Princes Diduga Positif Virus Corona, Diisolasi di RSUP Persahabatan
terdapat satu orang yang dicurigai suspect virus corona (Covid-19). Saat ini, satu orang tersebut telah diisolasi ke RSUP Persahabatan, Jakarta.
Penulis:
Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru bicara (jubir) pemerintah untuk penanganan virus corona (Covid-19) Achmad Yurianto mengatakan sebanyak 69 ABK kru Diamond Princess telah dievakuasi di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu.
Namun, terdapat satu orang yang dicurigai suspect virus corona (Covid-19). Saat ini, satu orang tersebut telah diisolasi ke RSUP Persahabatan, Jakarta.
"ABK Diamond Princess jumlah 69 orang yang kita jemput dan kemudian sekarang sudah berada di Sebaru dari 69 ini ada satu yang kita pisahkan meskipun kondisi fisiknya baik tapi kita mencurigai kemungkinan suspect dia tertular COVID-19 dan sekarang sudah kita isolasi di RS Persahabatan," kata kata Achmad Yurianto di Kantor Presiden, Kompleks Istana Negara, Jakarta, Jumat (6/3/2020).
Baca: BREAKING NEWS: Pemerintah Sebut 4 Orang Diduga Positif Virus Corona
Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan ini menyebut, 10 anggota tim medis yang melakukan penjemputan WNI ABK kru Diamond Princess di Jepang juga menjalani observasi.
Hal itu dilakukan karena tim medis itu kontak dekat di negara terdampak virus corona.
"Data awal 10 anggota medis seluruhnya ini negatif dan hasilnya bagus," jelasnya.
Sebelumnya, Achmad Yurianto mengatakan, sebanyak 69 WNI kru kapal pesiar Diamond Princess yang diobservasi di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu, telah diambil spesimennya.
Menurut Yurianto, hasilnya sebanyak 68 orang di antaranya dinyatakan negatif terjangkit virus corona (Covid-19). Sementara, untuk seorang diputuskan untuk dites ulang.
Baca: Satu dari 69 Kru Diamond Princess yang Diobservasi di Pulau Sebaru Diperiksa Ulang
"WNI ABK Diamond Princess, 68 spesimen negatif (virus corona,red). Satu lainnya kita lakukan pendalaman lagi. Kita minta diambilkan spesimen lagi untuk dikirim," kata Achmad Yurianto di Kantor Staf Presiden (KSP), Jakarta, Kamis (5/3/2020).
Saat ditanya perihal pemeriksaan ulang terhadap satu orang tersebut, Yurianto tak memberikan jawaban lugas.
Ia hanya mengatakan, spesimen dari seorang kru kapal Diamond Princess itu tidak bisa diperiksa sehingga pengambilan sampel harus diulang.
"Spesimennya tidak bisa diperiksa, diulang lagi, diambil sampel lagi," jelas Yurianto.