Jumat, 29 Agustus 2025

Virus Corona

34 Pasien Positif Corona di Indonesia, Ada 1 Kasus 'Local Transmission', Bagaimana Bisa Tertular?

34 orang positif corona di Indonesia, 2 sembuh, 1 meninggal dan 1 kasus local transmission. Berikut penjelasan pasien local transmission bisa tertular

Penulis: Rica Agustina
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
34 Orang Positif Corona di Indonesia, Ada 1 Kasus 'Local Transmission', Bagaimana Bisa Tertular? 

TRIBUNNEWS.COM - Juru Bicara Pemerintah terkait penanganan Virus Corona di Indonesia, Achmad Yurianto mengumumkan adanya penambahan pasien Covid-19, Rabu (11/3/2020).

Yurianto mengatakan, jumlah pasien yang dinyatakan positif terinfeksi virus yang diduga berasal dari China ini bertambah tujuh orang.

Tercatat hingga Rabu sore, total ada 34 kasus Virus Corona di Indonesia.

Satu pasien dengan kode kasus 25 meninggal dunia pada Rabu dini hari akibat sejumlah penyakit yang dideritanya sebelum dinyatakan positif Corona.

Ia pun mengumumkan, ada dua pasien yang sudah sembuh dan dinyatakan negatif Corona.

"Sementara tadi rumah sakit RSPI sudah memulangkan kasus yang dirawat, sudah dalam kondisi pemeriksaan dua kali (dinyatakan) negatif."

"Sudah diizinkan untuk pulang," kata Yurianto melansir kanal YouTube Tvonenews, Rabu (11/3/2020).

Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan virus Corona, Achmad Yurianto. Pasien positif Covid-19 di Indonesia bertambah 7 orang, kini total ada 34 kasus virus corona di Tanah Air.
Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan virus Corona, Achmad Yurianto. Pasien positif Covid-19 di Indonesia bertambah 7 orang, kini total ada 34 kasus virus corona di Tanah Air. (KOMPAS.com/Ihsanuddin)

Diketahui, hampir semua pasien positif Corona di Indonesia merupakan kasus orang positif Covid-19 yang tertular dari luar negeri atau imported case.

Namun, ada satu kasus yang terinfeksi Corona dari lokasi tempat pasien berada sekarang atau local transmission.

Terkait hal itu, Anggota Satuan Petugas Covid-19, Dokter Erlina Burhan menyebut pihaknya telah melakukan penelusuran.

Dugaan sementara, pasien local transmission tertular oleh seseorang yang tidak menyadari telah terinfeksi Corona.

"Barangkali ada seseorang yang sakit (Corona) di situ, mungkin yang sakit tidak sadar kalau dia sakit sehingga tidak pakai masker."

"Mungkin batuk atau bersin tidak ditutup dengan benar, sehingga droplet (infeksi melalui udara) ini langsung mengenai orang yang sangat dekat keberadaanya," kata Erlin Burhan masih melansir sumber yang sama.

Baca: Fakta Pasien Virus Corona di Indonesia Meninggal, Dirawat di RSUP Sanglah Bali hingga Akan Dikremasi

Baca: TERKINI Corona di Indonesia: Total Kasus 34 Orang, 1 Meninggal, dan 2 Sembuh

Baca: Gelaran Formula E Ditunda karena Virus Corona, Ini Kata Mahfud MD

Hingga berita ini ditulis, orang yang menulari salah satu pasien positif Corona belum ditemukan.

Sementara itu, dari hasil penelusuran, pasien mengaku tidak pernah bepergian ke luar negeri atau bertemu dengan warga negara asing (WNA).

Akan tetapi, keluarga pasien mengonfirmasi bahwa pasien sempat mengunjungi acara dansa.

"Setelah kami lakukan cek ulang, keluarga dari pasien ini ternyata mengatakan (pasien) menghadiri acara dansa di suatu tempat," kata Erlin Burhan.

Ada kemungkinan pasien local transmission tertular saat berada di pertemuan itu.

Lebih lanjut, Erlina Burhan kemudian menjelaskan cara penularan Corona dengan kasus local transmission.

Anggota Satuan Petugas Covid-19, Dokter Erlina Burhan
Anggota Satuan Petugas Covid-19, Dokter Erlina Burhan (tangkapan layar YouTube Tvonenews)

Seseorang dapat tertular Corona karena daerah yang telah terjangkit atau melakukan interaksi langsung dengan orang yang tidak sadar telah terinfeksi.

"Jadi sumber infeksi ini juga tidak menyadari bahwa dia adalah menderita Covid-19," ujarnya.

Oleh karena itu, Erlin Burhan menghimbau agar masyarakat tidak bepergian ke tempat umum yang ramai dengan orang yang desak-desakan.

Sebab, local transmission terjadi karena interaksi dengan jarak yang sangat dekat, karena droplet memiliki jarak jangkauan 1-2 meter.

Selain itu, mencuci tangan juga sangat diperlukan untuk menghindari droplet yang berada di permukaan benda-benda fasilitas umum.

"Bisa saja droplet itu ada di permukaan-permukaan benda-benda mati, kemudian tersentuh oleh kita, dan tangan itu secara tidak sadar menyentuh hidung dan mulut kita," papar Erlin Burhan.

"Jadi memang himbauan cuci tangan itu adalah sangat penting dalam upaya pencegahan tertular dari virus Covid-19," sambungnya.

(Tribunnews.com/R Agustina)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan