Virus Corona

Selain Virus Corona, Istana Pastikan Beri Perhatian Serius Terhadap Penularan DBD

Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko menaruh perhatian serius terhadap fenomena demam berdarah dengue (DBD) yang banyak terjadi di sejumlah daerah.

Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/2/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko menaruh perhatian serius terhadap fenomena demam berdarah dengue (DBD) yang banyak terjadi di sejumlah daerah.

Tercatat, dalam kurun waktu tahun 2020, terdapat 104 kematian akibat wabah DBD.

"Ini juga menjadi atensi serius, jangan hanya fokusnya ke corona (Covid-19). Itu (DBD) juga banyak korban," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (12/3/2020).

Moeldoko menambahkan, wabah DBD juga harus dimitigasi agar jumlah korban yang terinfeksi maupun meninggal dapat diturunkan.

Baca: Jangan hanya Corona, Waspadai Juga Penyebaran Demam Berdarah Dengue, Kemenkes: Ada 17.820 Kasus

Oleh sebab itu, pemerintah memastikan bekerja untuk menangani masalah tersebut.

Tentunya dibantu peran masyarakat.

"Harus dimitigasi makin serius lagi," jelasnya.

Lebih lanjut, Moeldoko menyebut Menkes Terawan Agus Putranto telah terjun langsung ke lapangan meninjau lokasi wabah DBD.

"Menkes sudah ke titik lokasi, sudah melihat perkembangannya dengan baik," terangnya.

Berdasarkan informasi, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat angka kematian akibat DBD mencapai 104 kejadian selama 2020.

Sedangkan kasus penularannya mencapai 17.820.

Angka kematian tertinggi berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yakni sekitar 32 kejadian.

Data ini dicatat sejak Januari hingga Maret 2020. 

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved