Senin, 13 April 2026

Virus Corona

Jokowi: Dua Orang Pasien Corona Meninggal

"Per tanggal 12 maret 2020 di negara kita Indonesia, ada 34 kasus telah terkonfirmasi dan dua pasien meninggal dunia,” kata Presiden Jokowi

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Sanusi
Tangkap Layar Kompas TV
Presiden Jokowi konferensi pers di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat (13/3/2020). 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menjelaskan penanganan penyebaran virus corona yang dilakukan pemerintah Indonesia.

Berdasarkan data terakhir, menurut presiden, jumlah orang yang positif corona yakni 34 kasus, dan dua diantaranya meninggal.

"Per tanggal 12 maret 2020 di negara kita Indonesia, ada 34 kasus telah terkonfirmasi dan dua pasien meninggal dunia,” kata Presiden Jokowi di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Jumat (13/3/2020).

Berdasarkan data yang disampaikan pemerintah satu dari dua pasien yang meninggal tersebut yakni, pasien dengan nomor kasus 25.

Pasien tersebut meninggal karena faktor adanya penyakit penyerta diantaranya diabetes dan hipertensi. Kondisi pasien sudah buruk saat masuk ke rumah sakit.

Sementara satu lagi pasien yang meninggal yakni pasien di RS Soewardi, Solo, Jawa Tengah.

Pasien tersebut dinyatakan positif Corona setelah hasil pemeriksaan spesimen atau sampelnya keluar.

Belum diketahui pasien yang meninggal di Solo tersebut merupakan pasien dengan nomor kasus berapa.

Bertambah

Juru Bicara Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto menyampaikan informasi terkini terkait wabah virus corona di Indonesia.

Yurianto menyebut, sebanyak 35 pasien positif virus corona bertambah dari sebelumnya 34 pasien.

Baca: Militer AS Dituding sebagai Pembawa Virus Corona ke Wuhan

Sehingga total pasien positif virus corona di Indonesia sebanyal 69 orang pasien.

Dari informasi yang dibacakan, ada dua kasus yang masih berusia 2 tahun dan 3 tahun.

"Data yang saya berikan ini data tresing dari dua hari lalu, yang sebelumnya merilis 34 pasien dari berbagai daerah sehingga data tersebut (69 pasein,red) hingga tadi siang," kata Yurianto di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat 13/3/2020).

Ia menambahkan, sebanyak 35 pasien baru ini merupakan hasil tresing dari pasiem positif sebelumnya.

"Ini mengambarkan kita harus melaksanakan tresing," jelasnya.

Sebelumnya, pada Rabu (9/3/2020) sebanyak 34 orang dinyatakan positif terjangkit virus corona (Covid-19) di Indonesia.

1 WNA yang positif virus corona dinyatakan meninggal akibat kompliksi penyakit. Sedangkan, 3 orang dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Dua hari sebelumnya, dari 34 pasien yang dirawat, sebagian tertular dari orang asing ketika berada di luar negeri.

“Hari ini ada penambahan sejumlah 7 pasien, dengan kondisi rata-rata tampak ringan sedang, semuanya adalah imported case,” kata Achmad Yurianto Rabu (11/3/2020) dikutip Tribunnews dari YouTube KompasTV.

Achmad Yurianto mengumumkan hal ini pada Rabu, 11 Maret 2020 pukul 17.00 WIB.
Juru Bicara Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto mengumumkan adanya penambahan kasus baru dari kasus positif Virus Corona di Indonesia, Rabu, 11 Maret 2020 sore.

Kasus imported case mendominasi  adanya corona di Indonesia, yakni 19 kasus.

Orang dalam kategori ini diduga kuat tertular covid-19 ketika berada di luar negeri.

Pemerintah pun mengakui para pasien imported case itu sulit terdeteksi mengalami gejala virus corona ketika tiba di bandara.

Menurut Yurianto, hal tersebut terjadi karena mereka tidak mengalami demam tinggi sehingga lolos dari pemeriksaan thermal scanner, sebagaimana dilansir Kompas.com.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved