Virus Corona

Dalam Sepekan Terakhir Penumpang KRL Berkurang 50 Persen

Biasanya, jumlah penumpang KRL dalam sehari mencapai 1,1 juta penumpang. Kini, jumlahnya turun menjadi sekitar 500 ribu penumpang.

Alex Suban/Alex Suban
FOTO ILUSTRASI: Para penumpang menggunakan masker kesehatan saat menumpang KRL Commuterline rute Serpong-Tanah Abang di Stasiun Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2020). Sebelumnya Pemprov DKI Jakarta memaparkan secara internal potensi risiko kontaminasi terbesar virus corona atau Covid-19 terjadi di dalam KRL, terutama rute Bogor-Jakarta Kota. Warta Kota/Alex Suban 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dodi Esvandi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejak adanya imbauan agar masyarakat bekerja, belajar, dan beribadah di rumah untuk menghambat penyebaran virus corona, jumlah penumpang KRL Commuter Line anjlok drastis hingga 50 persen.

Biasanya, jumlah penumpang KRL dalam sehari mencapai 1,1 juta penumpang. Kini, jumlahnya turun menjadi sekitar 500 ribu penumpang.

Data PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menunjukkan pengguna KRL terus turun jumlahnya dalam satu pekan terakhir.

"Jumlah pengguna KRL telah turun sekitar 50 persen dari waktu normal yang dapat melayani 900 ribu hingga 1,1 juta pengguna setiap harinya. Pada Jumat 20 Maret 2020 misalnya, jumlah volume penumpang KRL tercatat hanya 459.922 pengguna," kata VP Corporate Communications PT KCI,
Anne Purba dalam keterangan tertulisnya yang diterima Tribun, Minggu (22/3/2020).

Berdasarkan data tersebut maka PT KCI kemudian memutuskan untuk membatasi operasional KRL mulai Senin (23/3/2020) besok.

Jika biasanya KRL mulai beroperasi dari sekitar jam 04.00 hingga pukul 01.30 dinihari, maka mulai besok jam operasionalnya dibatasi dari jam 06.00 pagi sampai jam 20.00 malam.

Baca: TNI Siapkan 109 Rumah Sakit untuk Tangani Pasien Corona 

Anne mengatakan, penyesuaian ini sebagai bentuk dukungan atas kebijakan pemerintah pusat dan daerah yang mengajak masyarakat agar bekerja, belajar, dan beribadah di rumah untuk menghambat penyebaran virus corona.

"Kebijakan ini juga merupakan bentuk sinkronisasi dengan berbagai moda transportasi publik lainnya di Jakarta yang mulai Senin 23 Maret 2020 juga melakukan penyesuaian operasional," katanya.

Sebelumnya PT KCI juga telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah penyebaran virus corona pada transportasi publik, khususnya KRL Commuter Line.

Upaya tersebut termasuk pembersihan kereta secara intensif dengan disinfektan, pengukuran suhu tubuh pengguna, penyediaan hand sanitizer, hingga penerapan jarak sosial di stasiun dan kereta.

Dengan dikuranginya jam operasional, maka PT KCI juga hanya mengoperasikan 713 perjalanan KRL. Dalam penyesuaian operasional KRL ini, PT KCI tetap melayani dengan sebagian besar rangkaian kereta formasi 12 ataupun formasi 10 agar tetap dapat mengupayakan social distancing saat menggunakan transportasi publik.

Anne menambahkan, penyesuaian pola operasi ini berlaku hingga dua pekan mendatang, namun juga menyesuaikan dengan perkembangan terkini di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan sekitarnya.

"Kami mohon kerja sama dari para pengguna KRL untuk mengikuti berbagai upaya menjaga jarak ini dan menyesuaikan kembali perjalanannya terutama pada keberangkatan pagi dan sore hari. Calon pengguna KRL juga dapat mempertimbangkan kembali, apabila bukan keperluan yang mendesak sebaiknya mengikuti himbauan pemerintah untuk tetap di rumah," kata Anne.

Penulis: Dodi Esvandi
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved