KPK Dalami Pertemuan antara Hartanto dan Nurhadi serta Materi Praperadilan

Dua saksi yang diperiksa adalah pengacara eks Sekretaris MA Nurhadi, yaitu Hartanto dan Hertanto.

Tribunnews.com/ Ilham Rian Pratama
Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hari Selasa (24/3/2020) ini tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa dua saksi kasus dugaan suap dan gratifikasi penanganan perkara di Mahkamah Agung (MA) tahun 2011-2016.

Dua saksi yang diperiksa adalah pengacara eks Sekretaris MA Nurhadi, yaitu Hartanto dan Hertanto. Keduanya merupakan pengacara Nurhadi ketika mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Hartanto dan Hertanto diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan Nurhadi.

Baca: Virus Corona Bikin Penumpang MRT Turun Drastis, di Akhir Pekan Cuma 5.000-an Orang

Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri menyampaikan, hanya Hartanto yang memenuhi panggilan. Sementara Hertanto mangkir. Kata Ali, Hertanto tengah berada di luar kota.

Baca: Pertamina Lakukan Disinfektasi di Ring I Integrated Terminal Surabaya

"Pemeriksaan akan dijadwalkan ulang namun belum ditentukan waktunya," kata Ali kepada wartawan.

Dari Hartanto, beber Ali, tim penyidik berusaha mendalami keterangan saksi mengenai pengetahuannya tentang surat kuasa untuk praperadilan yang diberikan oleh Nurhadi.

"Termasuk pertemuan-pertemuan yang dilakukan saksi (Hartanto) dengan NHD (Nurhadi) serta materi-materi yang dibahas selama proses peradilan yang diajukan oleh NHD melalui kuasa hukumnya," bebernya.

Sebagaimana diketahui, Nurhadi sempat mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sebanyak 2 kali.

Nurhadi mengajukan praperadilan bersama Rezky Herbiyono (menantu Nurhadi), dan Hiendra Soenjoto (Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal/MIT) untuk meminta status tersangka dibatalkan.

Mereka menganggap KPK juga tidak memberikan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) secara langsung kepada Nurhadi dan tersangka lainnya.

Halaman
12
Berita Populer
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved