Gelar IEE 2025, Pamerindo Angkat Isu Sustainability sebagai Kunci Transformasi Industri
IEE Series 2025 mengusung tema Energy & Engineering Week di pekan kedua, 17–20 September 2025 dan menghadirkan event-event berskala global.
TRIBUNNEWS.COM - Jakarta kembali menjadi tuan rumah perhelatan akbar sektor energi dan rekayasa teknik melalui Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2025.
Untuk pertama kalinya, pameran yang digelar Pamerindo Indonesia (Pamerindo) ini berlangsung selama dua pekan berturut-turut di lahan seluas 143.000 sqm, menghadirkan lebih dari 2.000 peserta dari 40+ negara.
Mengusung tema “Sustainability for Industrial Transformation”, IEE 2025 menandai babak baru dalam peta industri Indonesia. Bukan sekadar jargon, keberlanjutan jadi katalisator yang mendorong transformasi lintas sektor, mulai dari konstruksi, energi, hingga teknologi digital.
Ingrid Muljo, Marketing Communication Manager Pamerindo, menyampaikan bahwa tema keberlanjutan sudah menjadi benang merah yang mengikat seluruh rangkaian acara IEE Series.
“Dari tahun ke tahun, tema kami selalu terkait dengan sustainability. Tahun ini kami berfokus ke “Sustainability for Industrial Transformation”. Karena itu kami mendorong peserta pameran membawa produk-produk yang relevan, baik itu EV, hybrid, maupun teknologi hemat energi,” ujar Ingrid.
Komitmen tersebut juga tercermin dari cara penyelenggara mengelola acara. Sejak 2022, Pamerindo membatasi penggunaan karpet di area pameran. Sebagai gantinya, mereka memberikan edukasi kepada peserta tentang pentingnya pengurangan limbah. Banner lama pun dikumpulkan lalu di-upcycle menjadi souvenir untuk acara di tahun berikutnya.
“Edukasi memang tantangan terbesar. Ada yang bertanya kenapa tidak ada karpet, atau kenapa materialnya terlihat sederhana. Tapi justru di situlah proses peningkatan awareness terhadap keberlanjutan kami lakukan,” jelas Ingrid.
Baca juga: IEE Series 2025 Percepat Transformasi dan Hilirasi di Berbagai Sektor Industri
Luncurkan The Battery Show Indonesia dan Data Center Asia - Indonesia
Rangkaian acara pada pekan pertama IEE Series 2025 bertajuk Construction & Engineering Week dan telah digelar pada 10–13 September 2025 dengan lima pameran besar, yaitu Construction Indonesia, Concrete Show South-East Asia, Building Systems & Automation Indonesia, Water Indonesia, serta ADEXCO.
Di pekan kedua yang berlangsung 17–20 September 2025, IEE Series 2025 mengusung Energy & Engineering Week dan menghadirkan event-event berskala global seperti Mining Indonesia, Oil & Gas Indonesia, Electric & Power Indonesia, serta dua gelaran perdana The Battery Show Indonesia dan Data Center Asia – Indonesia.
Dua perhelatan yang pertama kalinya diadakan di Asia Tenggara tersebut dinilai tepat sasaran melihat potensi Indonesia sekaligus kebutuhan pasar global.
“Indonesia punya sumber daya melimpah, nikel kita nomor satu dunia, hasil bauksit juga ada di posisi yang cukup tinggi. Di sisi lain, kebutuhan data center dan peluang investasi di Asia Tenggara sangat tinggi. Jadi momennya tepat untuk meluncurkan dua event ini,” jelas Ingrid.
Kedua acara ini juga mendapat dukungan dari asosiasi strategis, mulai dari PJCI (Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia), National Battery Research Institute (NBRI), hingga IDPRO, dengan agenda seminar seputar investasi, teknologi, hingga regulasi.
Baca juga: IEE Series 2025 Perkenalkan Teknologi Bangunan Ramah Lingkungan kepada Generasi Muda
Pengalaman Interaktif untuk Pengunjung
Daya tarik IEE Series 2025 bukan hanya inovasi produk, tetapi juga pengalaman langsung. Lebih dari 240 alat berat dipamerkan di area outdoor JIExpo Kemayoran. Beberapa di antaranya bahkan bisa dicoba langsung oleh pengunjung melalui simulator maupun try-on demo alat berat.
Salah satu acara yang dinanti adalah Mining Indonesia Operator Championship, kompetisi mengendalikan alat berat yang menghadirkan kategori khusus untuk Female Operator, simbol komitmen pada kesetaraan gender di sektor tambang.
“Banyak yang kagum melihat alat berat seukuran rumah di tengah kota Jakarta—itu pengalaman unik. Para pengunjung dari berbagai daerah bisa mencobanya, bukan sekadar lihat katalog,” tutur Ingrid.
Dengan ribuan peserta dan ekshibitor, ukuran sukses penyelenggaraan IEE bukan hanya transaksi bisnis.
“Misi kami yang utama adalah pameran ini jadi wadah mempertemukan pelaku industri, regulator, hingga buyers. Di sini mereka bisa berdiskusi, membangun jejaring, dan menghadirkan solusi untuk kebutuhan energi dan rekayasa teknik di Indonesia,” tegasnya.
Lebih jauh, IEE Series 2025 diharapkan bisa mendukung program pemerintah menuju Net Zero Emission 2060.
“Harapannya, kami bisa terus menemukan isu-isu baru yang relevan dengan sustainability dan membantu mencari solusinya lewat acara ini. Ujungnya, semoga kontribusinya nyata untuk perekonomian Indonesia,” tutup Ingrid.
Baca juga: Digelar Bersama IEE Series, ADEXCO 2025 Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Mitigasi Bencana
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/IEE-SERIES-2025-pekan-kedua.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.