Breaking News:

Analis Sosial Politik UNJ Soroti Kepengurusan PAN di Era Zulkifli Hasan

Menurut dia, ketua umum PAN terpilih, Zulkifli Hasan gagal menarik Amien Rais ke-struktur kepengurusan.

Tribunnews.com/ Igman Ibrahim
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan ditemani sejumlah mantan Ketum PAN dan elite partai saat mengunjungi kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Kamis (12/3/2020) malam 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Analis Sosial Politik Universitas Negeri Jakarta Ubeidilah Badrun menyoroti terbentuknya kepengurusan organisasi Partai Amanat Nasional (PAN) periode 2020-2025 setelah kongres V PAN di Kendari, Sulawesi Tenggara, pada 10-12 Februari 2020.

Menurut dia, ketua umum PAN terpilih, Zulkifli Hasan gagal menarik Amien Rais ke-struktur kepengurusan. Padahal, dia menilai, Zulkifli Hasan melakukan politik akomodatif dengan mengakomodir berbagai elemen di partai tersebut.

“Zulkifli Hasan gagal menarik Amien Rais atau sengaja menyingkirkan Amien Rais dari struktur kepengurusan PAN. Zulhas melakukan politik akomodatif, tetapi sayangnya terlihat belum menanggalkan cara-cara nepotisme dalam menyusun kepengurusan,” kata dia, saat dihubungi, Jumat (27/3/2020).

Baca: 262 Warga Polandia di Bali Dijemput Pesawat Charter Boeing 787 Pulang ke Kampung Mereka

Setelah tersingkirnya Amien Rais, Direktur Eksekutif _Center for Social Political Economic and Law Studies (CESPELS) itu menilai suasana di internal partai masih terus dilanda masalah.

Baca: PKPI Ajak Masyarakat Bersama Pemerintah Gotong Royong Perangi Virus Corona

Dia mengungkapkan dari 59 orang pengurus (selain Dewan Kehormatan, Dewan Pakar, MPP dan Mahkamah Partai) terdapat 10 persen yang dinilai para aktivisnya menjadi pengurus DPP PAN karena nepotisme anak Zulkifli Hasan.

Dia menyayangkan hal itu, karena PAN lahir justru karena salah satunya menolak nepotisme.

“Zulkifli Hasan perlu diingatkan soal ini. Dalam perspektif demokrasi, pola-pola nepotisme menjadi salah satu faktor yang membuat Partai politik tidak tumbuh sehat. Oleh karena itu, seharusnya partai seperti PAN konsisten menolak nepotisme,” ujarnya.

Sementara itu, terkait wacana agar Amien Rais membentuk PAN baru. Dia menilai Amien Rais belum mengambil jalan itu karena tidak mungkin tega membuat partai yang didirikanya berantakan.

Selain itu, dia menambahkan, anak-anak Amien Rais sudah diakomodir di partai tersebut

“Yang mungkin dilakukan Amien Rais jika beliau menilai kongres PAN langgar AD/ART PAN ya dengan cara membawa perkara tersebut ke Pengadilan. Nanti di Pengadilan akan terlihat mana yang benar dan mana yang salah menurut hukum,” tambahnya.

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved