Eksklusif Tribunnews

Virus Corona Runtuhkan Bisnis Hotel dan Restoran

Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengungkapkan bisnis di sektor jasa

Virus Corona Runtuhkan Bisnis Hotel dan Restoran
TRIBUNNEWS.COM
Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran. 

Laporan wartawan Tribunnews.com,Lucius Genik

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA-Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengungkapkan bisnis di sektor jasa khususnya perhotelan dan restoran di Indonesia runtuh.

Keruntuhan pada sektor bisnis ini disebabkan pemberlakuan kebijakan physical distancing dalam upaya pencegahan penularan COVID-19 oleh Pemerintah Indonesia.

Baca: Orangtuanya Meninggal karena Corona, Eva Menangis: Enggak Bisa Lihat Muka Mama Papa Terakhir Kali

Maulana menjelaskan, perhotelan dan restoran merupakan sektor bisnis yang membutuhkan adanya keramaian ataupun kerumunan massa di suatu lokasi.

Di tengah wabah pandemi virus corona, physical distancing akhirnya membatasi lingkup gerak masyarakat, yang kemudian berimbas pada merosotnya pemasukan para pebisnis di sektor perhotelan dan restoran.

Baca: Di Mata Najwa, Polri Ungkap Alasan Tetap Bubarkan Kerumunan demi Cegah Corona, Walau Hanya 3 Orang

Angka okupansi hotel-hotel di Indonesia terus merosot. Bahkan, kini angka okupansi tersebut berada di bawah 20 persen, terimbas kebijakan physical distancing.

Baca: KTT G20, Sri Mulyani: Presiden Xi Jinping Tawarkan Pengalaman dari RRT saat Tangani Virus Corona

Untuk itu, dalam penanganan virus corona, Maulana turut berpesan agar pemerintah, selain mengutamakan keselamatan masyarakat, juga bisa menilik dampak ekonomi di Indonesia.

"Kita harus social distancing, kita harus melakukan bekerja dari rumah dan sebagainya. Aktivitas terhambat akan berdampak pada sektor jasa, contohnya hotel," katanya.

"Hotel itu kan tempat orang yang bepergian keluar kota misalnya atau orang bepergian dengan alasan lain. Misal melakukan bisnis, traveling, begitu. Kalau aktivitas banyak yang terhambat, otomatis sektor akomodasi itu pasti akan runtuh," kata Maulana, Kamis (26/3).

Halaman
1234
Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved