Virus Corona
Jokowi Minta Protokol Kesehatan Dijalankan dalam Program Padat Karya Tunai
Namun, Jokowi mengimbau pelaksanaan program tetap sesuai protokol kesehatan yang telah diberlakukan.
Penulis:
Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor:
Hasanudin Aco
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta, program padat karya tunai dijalankan dengan masif untuk membantu warga yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19).
Namun, Jokowi mengimbau pelaksanaan program tetap sesuai protokol kesehatan yang telah diberlakukan.
Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat rapat terbatas tekait Percepatan Program Padat Karya Tunai melalui siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (7/4/2020).
"Saya ingatkan agar pelaksanaan padat karya tunai ini menjalankan protokol kesehatan yang ketat, menjaga jarak, memakai masker. Sehingga pelaksanaan program padat karya tunai tidak mengganggu upaya kita dalam memutus rantai penyebaran Covid-19," kata Jokowi.
Baca: 29 Ribu Orang Mudik ke Wonogiri, Bupati Joko Sutopo: Kalau Distop Tak Mungkin, Mereka Warga Kami
Selain itu, Kepala Negara meminta Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) segera membuat pedoman program padat karya tunai supaya tepat sasaran.
Jokowi juga meminta program ini diprioritaskan bagi keluarga miskin, tak punya pekerjaan tetap atau menganggur serta kehilangan pekerjaan karena dampak pandemi corona.
"Saya minta agar dari Kemendes membuat pedoman, memberikan panduan, agar program padat karya tunai agar betul-betul bisa masif dan tepat sasaran dan ini yang harus diberikan prioritas pada keluarga-keluarga miskin, pada pengangguran, setengah menganggur, dan kalau bisa memang upah kerja diberikan setiap hari. Tapi kalau nggak bisa, ya 1 minggu (sekali,red)," jelas Jokowi.