Breaking News:

Maksud di Balik Kode ''Siap Mainkan'' Dalam Kasus Suap Harun Masiku-Wahyu Setiawan

Terdakwa Saeful Bahri didakwa beri suap SGD 19 ribu dan SGD 38 ribu atau setara Rp 600 juta kepada Wahyu Setiawan, Komisioner KPU periode 2017-2022.

Tribunnews.com/ Ilham Rian Pratama
Mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan diperiksa tim penyidik di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (12/2/2020) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Terdakwa Saeful Bahri didakwa memberikan suap SGD 19 ribu dan SGD 38 ribu atau setara Rp 600 juta kepada Wahyu Setiawan, Komisioner KPU RI periode 2017-2022, terkait pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR RI periode 2019-2024 dari fraksi PDI P.

Saeful Bahri diminta Harun Masiku, politisi PDIP, agar melobi Wahyu Setiawan untuk dapat menggantikan Riezky Aprilia.

Untuk dapat berkomunikasi dengan Wahyu, Saeful memanfaatkan jasa Komisioner Bawaslu RI periode 2008-2013, Agustiani Tio Fridelina, yang juga kader PDIP.

Agustiani mengaku menerima perintah untuk mengawal surat nomor 2576/EX/DPP/VIII/2019 kepada KPU RI, perihal Permohonan Pelaksanaan Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia No.57P/HUM/2019.

Baca: Mantan Anggota Bawaslu Agustiani Akui Perantara Suap Harun Masiku - Wahyu Setiawan

Baca: Kode-kode Harun Masiku-Wahyu Setiawan di Kasus Suap PAW Anggota DPR

Pada pokoknya surat itu meminta calon yang telah meninggal dunia atas nama Nazarudin Kiemas, Nomor urut 1, Daerah Pemilihan Sumatera Selatan I, suara sahnya dialihkan kepada calon atas nama Harun Masiku, nomor urut 6, Daerah Pemilihan Sumatera Selatan I.

Saeful Bahri menghubungi Agustiani pada 23 September 2019 untuk mengawal surat ke KPU.

"Saya dimintai tolong kalau tidak salah melalui telepon. Terdakwa dengan saya itu diminta mengurusi Pileg dapil Sumsel 1, dimana surat putusan MA itu sudah ada," kata Agustiani saat memberikan keterangan sebagai saksi untuk terdakwa Saeful Bahri di sidang kasus suap PAW anggota DPR RI periode 2019-2024 dari fraksi PDI P, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (9/4/2020).

Baca: Haris Azhar: Ada Dua Kemungkinan soal Harun Masiku, Menghilangkan Diri atau Dihilangkan

Berselang satu hari kemudian, kata Agustiani, Saeful mengirimkan dalam bentuk foto surat dari DPP PDIP dan putusan MA. Saeful meminta Agustiani untuk meneruskan foto itu ke Wahyu Setiawan.

"Saya kirim ke saudara Wahyu, karena saya hanya dimintai untuk memforward dan diminta untuk mengetahui menanyakan ke pak Wahyu ini gimana gitu, artinya ini bisa diproses apa tidak," ujar Agustiani.

Halaman
12
Berita Populer
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved