Breaking News:

Sejarawan: Keris yang Dikembalikan Belanda Tak Termasuk Pusaka Utama Pangeran Diponegoro

Namun keris yang dikembalikan Raja Belanda itu bukanlah senjata atau keris pusaka Pangeran Diponegoro.

(Biro Pers Sekretariat Presiden)
Raja Belanda Willem Alexander menyerahkan sebilah keris milik Pahlawan Nasional Pangeran Diponegoro kepada Presiden Joko Widodo. Keris itu diserahkan secara simbolis saat pertemuan Raja Willem dan Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/3/2020). (Biro Pers Sekretariat Presiden) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Raja Belanda, Willem Alexander menyerahkan sebilah keris peninggalan Pangeran Diponegoro ke Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), pada beberapa waktu lalu.

Namun keris yang dikembalikan Raja Belanda itu bukanlah senjata atau keris pusaka Pangeran Diponegoro.

Keris itu adalah keris biasa yang dipakai Diponegoro dalam berperang.

Hal itu disampaikan Sejarawan Inggris Peter Carey, yang meneliti Diponegoro lebih dari 30 tahun, saat live di akun instagram Historia, Kamis (16/4/2020).

Peter Carey menulis sejumlah karya diantaranya, Takdir: Riwayat Pangeran Diponegoro (1785-1855), versi singkat dari Kuasa Ramalan: Pangeran Diponegoro dan Akhir Tatanan Lama Jawa, 1785-1855 (tiga jilid setebal 1.456 halaman).

Baca: Mengenal Lebih Dekat Keris Peninggalan Pangeran Diponegoro, dari Makna Filosofis hingga Simbolis

Keris yang dikenal dengan nama Keris Naga Siluman bukan salah satu pusaka utama sang pangeran.

"Menurut saya itu bukan keris pusaka milik Diponegoro," ujar Peter.

Karena dia menjelaskan, keris pusaka Diponegoro keris Kiai Bondoyudo, penguasa semua roh, dikubur bersamanya.

Keris Kiai Bondoyudo dikubur bersama Diponegoro di Makassar, pada 8 Januari 1855 lalu.

Diponegoro membawa keris pusakanya itu ke pengasingan di Manado kemudian Makassar.

Halaman
1234
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved