Breaking News:

Kasus Novel Baswedan

Novel Baswedan: Penegak Hukum Meniadakan Keterangan Saksi Penting di Persidangan

Salah satu sorotan terkait tak dihadirkan sejumlah saksi yang mengetahui insiden penganiayaan Novel yang diduga dilakukan Ronny Bugis dan Rahmat Kadir

Tribunnews.com/Glery Lazuardi
Novel Baswedan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, dan tim Advokasi menyoroti sejumlah kejanggalan di sidang kasus penganiayaan yang dialami Novel.

Salah satu sorotan terkait tak dihadirkan sejumlah saksi yang mengetahui insiden penganiayaan Novel yang diduga dilakukan Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette, terdakwa penganiayaan, di dekat rumah Novel di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 11 April 2017.

Baca: Presiden Minta Prosedur Penyaluran Paket Sembako dan BLT Disederhanakan

"Setidaknya tiga orang saksi penting. Kenapa saksi ini tidak dihadirkan jaksa?" kata Novel Baswedan, di acara diskusi daring "Menyoal Persidangan Penyiraman Air Keras Terhadap Novel Baswedan", yang disirkan melalui live streaming Facebook Page Sahabat ICW, Senin (18/5/2020).

Novel mengungkapkan saksi mengetahui dirinya sedang diintai orang tidak dikenal sekitar dua minggu sebelum insiden penganiayaan berlangsung. Menurut dia, saksi itu merekam aktivitas orang tidak dikenal yang mengamati Novel.

Novel tidak menyebutkan identitas saksi yang dikategorikannya sebagai saksi penting tersebut.

Baca: Seorang Wanita di Bogor Kaget Temukan Mayat Bayi di Kantong Belanjaannya, Berikut Ceritanya

"Saksi yang mengetahui saat saya sedang diintai dua minggu sebelumnya. Dia dokumentasi orang-orang melakukan pengamatan diri saya. Dan pernah bertemu pelaku dua hari atau satu hari sebelum menyerang saya. Ketika saya sedang ke masjid," ungkap Novel.

Novel mengklaim, saksi itu sempat melihat secara langsung dari dekat wajah orang tidak dikenal tersebut.

"Saksi mengetahui bukan hanya dua orang tetapi terorganisir. Melihat benar dari jarak cukup dekat terhadap orang melakukan penyerangan," kata Novel.

Baca: Panduan Bayar Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri Atau Keluarga, Serta Bacaan Niat

Dia menjelaskan mendengarkan keterangan saksi yang mengetahui rencana penyerangan terhadap dirinya itu penting dilakukan di persidangan.

"Saksi penting, mengetahui (penganiayaan,-red) tidak dilakukan spontan. Apabila dihadirkan di sidang tentunya bisa kesaksian jelas untuk objektif apakah benar yang dikatakan terdakwa. Apakah orang ini (Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette,-red) benar melakukan penyerangan," ujar Novel.

Halaman
12
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved