Breaking News:

Kasus Novel Baswedan

Novel Baswedan: Penegak Hukum Meniadakan Keterangan Saksi Penting di Persidangan

Salah satu sorotan terkait tak dihadirkan sejumlah saksi yang mengetahui insiden penganiayaan Novel yang diduga dilakukan Ronny Bugis dan Rahmat Kadir

Tribunnews.com/Glery Lazuardi
Novel Baswedan 

"(Saksi,-red) orang yang diketahui mempunyai pengetahuan dan informasi yang cukup banyak terkait serangan kepada diri saya," lanjut Novel.

Baca: Dikenal Sebagai Penyanyi Kondang, Judika Ternyata Pernah Jadi Tukang Semir Sepatu hingga Pengamen

Dia mengungkapkan, ketiga orang saksi itu sudah dimintai keterangan dihadapan penyidik Polri, di Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), dan tim gabungan yang dibentuk Kapolri.

Namun, pada saat Novel bertanya kepada Jaksa mengapa tidak menghadirkan saksi-saksi itu, Jaksa menjawab tidak ada nama mereka di dalam berkas perkara.

Atas dasar itu, pada Senin ini, Novel Baswedan melalui Tim Advokasi Novel Baswedan mengirimkan surat kepada pihak Kejaksaan agar saksi-saksi yang disebutkan tersebut dihadirkan ke persidangan.

"Kami meminta saksi penting itu dihadirkan. Memang aneh ketika saksi penting tidak masuk berkas perkara. Harusnya saksi penting dijadikan pijakan utama membuktikan perkara ditambah bukti tambahan," tuturnya.

Untuk diketahui, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette bersama-sama telah melakukan penganiayaan berat kepada penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan pada 11 April 2017 lalu.

Hal itu diungkapkan JPU saat membacakan surat dakwaan di sidang perdana dua terdakwa kasus penyiraman Novel Baswedan di Ruang Kusumah Atmadja, Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Kamis (19/3/2020). Sidang ini dihadiri langsung oleh kedua terdakwa penyiraman Novel.

Dalam surat dakwaan, JPU mendakwa Pasal 355 ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP subsider Pasal 353 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan atau Pasal 351 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tentang penganiayaan berat.

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved