Breaking News:

Wamendes: Desa Memiliki Keterbatasan Isolasi Pemudik

"Mudik harus dilarang, karena melindungi desa. Karena desa memiliki keterbatasan dalam mengisolasi," ujar Budi

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Sanusi
Kompas.com/Garry Lotulung
Penumpang saat tiba di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (12/5/2020). PT Angkasa Pura II mengeluarkan tujuh prosedur baru bagi penumpang penerbangan rute domestik selama masa dilarang mudik Idul Fitri 1441 H di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Menteri Desa-PDTT Budi Arie Setiadi menegaskan arus mudik saat ini wajib dicegah agar melindungi desa dari pandemi corona.

Budi mengatakan saat ini desa masih memiliki keterbatasan dalam mengisolasi para pemudik.

"Mudik harus dilarang, karena melindungi desa. Karena desa memiliki keterbatasan dalam mengisolasi," ujar Budi dalam diskusi daring, Selasa (19/5/2020).

Budi mengatakan untuk saat ini desa masih bisa mengisolasi beberapa pendatang. Namun ketika arus mudik, Budi menyebut desa akan kewalahan dalam menerima 20 juta orang pemudik.

Baca: Cegah Penyebaran COVID-19, Perayaan Summer Solstice di Stonehenge Akan Disiarkan Secara Online

Baca: Ditangkap Polisi, Pelaku yang Bully Bocah Penjual Gorengan Tampak Tersenyum

"Katakanlah mendatangi 15 ribu desa di Pulau Jawa aja itu satu desa bisa kedatangan 1.000 sampai 1.200 pendatang. Itu enggak mungkin desa sanggup," ucap Budi.

Fasilitas balai desa hingga puskesmas yang dimiliki desa, menurut Budi tidak akan mampu menampung jumlah pemudik yang melaksanakan isolasi.

Budi mengungkapkan saat ini baru 23.000 desa yang memiliki fasilitas puskesmas.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan larangan kepada masyarakat untuk mudik pada hari raya Idul Fitri 1441 Hijriah.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved