Jumat, 8 Mei 2026

Virus Corona

Survei: 51,8 Persen Responden Ragukan Data Kasus Covid-19 yang Disampaikan Pemerintah

Namun, sebanyak 51,8 persen menyatakan ragu-ragu dan tidak percaya dengan data tersebut.

Tayang:
BNPB
Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Senin (18/5/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lembaga Survei Roda Tiga Konsultan merilis hasil survei tentang pandangan masyarakat terhadap penanganan pandemi virus corona (Covid-19).

Hasilnya, menunjukan bahwa 45,2 persen responden percaya dengan data yang dikeluarkan pemerintah terkait jumlah pasien positif, meninggal, dan sembuh dari Covid-19.

Namun, sebanyak 51,8 persen menyatakan ragu-ragu dan tidak percaya dengan data tersebut.

Survei dilakukan melalui by phone terhadap 1.200 responden pada 7-17 Mei 2020, dengan margin of error 2,89 persen dan confidence level pada 95 persen.

"Mengenai data yang dikeluarkan pemerintah terkait jumlah orang yang positif, meninggal dan sembuh, sebanyak 45,2 persen responden percaya dengan data tersebut," kata Direktur Eksekutif Roda Tiga Konsultan M Kahfi Siregar dalam rilisnya ke Tribunnews.com, Rabu (20/5/2020).

"Sebaliknya, 51,8 persen responden ragu-ragu dan tidak percaya dengan data tersebut," tambahnya.

Kahfi menambahak, hasil survei tersebut menunjukan bahwa mayoritas responden kurang percaya dengan data yang dikeluarkan oleh pemerintah setiap harinya.

Selain itu, responden juga diminta untuk memberi penilaian terhadap tiga lapisan pemerintahan dalam menangani pandemi Covid-19.

Hasil survei menunjukkan, dari tiga lapisan pemerintahan tersebut, kinerja Pemerintah Pusat dianggap relatif paling rendah (nilai rata-rata: 6,78/10) dibanding Pemerintah Provinsi (nilai rata-rata: 7,05/10) dan Pemerintah Kabupaten/kota (nilai rata-rata: 6,99/10).

"Survei ini menunjukkan bahwa kinerja ketiga lapisan pemerintahan dalam menangani Covid-19 dinilai relatif sama, yaitu sama-sama sedang-sedang saja dan tidak istimewa," jelas Kahfi.

Sebagai informasi, metode survei telepon dipilih karena merupakan cara yang paling memungkinkan untuk dilakukan di tengah kondisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan mempertimbangkan aspek metodologis secara seksama.

Pemilihan responden survei ini berdasarkan bank data nomor kontak responden yang pernah diwawancarai dalam survei-survei sebelumnya, yaitu sejumlah 10.456 data.

Bank data ini merupakan hasil dari stratified random sampling pada survei skala nasional maupun Provinsi dan Kabupaten/kota yang telah dilakukan oleh Roda Tiga Konsultan sebelumnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved