Breaking News:

Pilkada Serentak

Ketua Bawaslu Tekankan Pentingnya Pemetaan Wilayah Terdampak Covid-19 Sebelum Gelar Tahapan Pilkada

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 akan digelar pada saat pandemi virus corona atau Covid-19.

Tribunnews.com/ Danang Triatmojo
Ketua Bawaslu RI Abhan di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Rabu (12/6/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 akan digelar pada saat pandemi virus corona atau Covid-19.

Untuk itu diperlukan pemetaan wilayah mana saja yang terdampak virus tersebut.

Upaya itu dilakukan untuk menerapkan protokol kesehatan.

Sebab, tidak semua wilayah dapat diperlakukan sama selama dalam masa pandemi tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI, Abhan.

Baca: Cerita Tentang Ronny Bugis, Nyaris 3 Tahun Menyimpan Rapat-rapat Aksi Penyerangan Novel Baswedan

"Perlu pemetaan. Tidak semua di 270 daerah, Covid-19 zona merah. Bagaimana (daerah zona,-red) hijau dan kuning. Pemberlakuan harus berbeda," kata dia, dalam diskusi daring, Jumat (5/6/2020).

Pilkada 2020 akan digelar di 270 daerah meliputi sembilan provinsi, 37 kota, dan 224 kabupaten.

Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4) untuk Pilkada serentak 2020 sebanyak 105.396.460 jiwa.

Sembilan provinsi, yaitu Sumatra Barat, Jambi, Bengkulu, Kepulauan Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah. Sementara, 37 kota yang menggelar pilkada tersebar di 32 provinsi.

Baca: Download MP3 Lagu Hati Yang Kau Sakiti - Rossa, Lengkap dengan Lirik dan Video Klip

Menurut Abhan, penerapan protokol kesehatan Covid-19 di masing-masing daerah berbeda dan disesuaikan dengan kondisi daerah tersebut.

Halaman
12
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved