Breaking News:

KPK Ekesekusi Terpidana Kasus Korupsi Proyek IPDN Bambang Mustaqim ke Rutan Cipinang

Mantan Senior Manager Pemasaran PT Hutama Karya Bambang Mustaqim dieksekusi jaksa Komisi Pemberantasan Komisi (KPK) ke Rutan Klas I Cipinang.

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Senior Manager Pemasaran PT Hutama Karya Bambang Mustaqim dieksekusi jaksa Komisi Pemberantasan Komisi (KPK) ke Rutan Klas I Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (5/6/2020).

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menerangkan, eksekusi dilakukan setelah perkara korupsi proyek pembangunan kampus IPDN yang menjerat Bambang berkekuatan hukum tetap atau inkracht.

Bambang dieksekusi sebagaimana putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1559K/Pid.Sus/2020 tanggal 18 Mei 2020 juncto Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Tinggi Jakarta Nomor : 42/Pid.Sus-TPK/2019/PT. DKI tanggal 15 November 2019 jucnto Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor : 38/Pid.Sus/TPK/2019/PN.Jkt.Pst tanggal 7 Agustus 2019.

Baca: Badan Aksesibilitas Teknologi dan Informasi Kementerian Kominfo Siapkan 2.000 Titik Akses Internet

"KPK diwakili Jaksa Eksekusi Medi Iskandar Zulkarnain, pada tanggal 5 Juni 2020 telah melaksanakan eksekusi pidana badan atas nama Terpidana Bambang Mustaqim ke Rumah Tahanan Negara Kelas I Jakarta Timur," kata Ali dalam keterangannya, Jumat (5/6/2020).

Ali mengatakan, Bambang akan menjalani hukuman 5 tahun penjara dikurangi masa tahanan sebagaimana putusan pengadilan.

"Sebelumnya Terpidana dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dalam pengadaan dan pelaksanaan pembangunan gedung kampus IPDN. Terpidana akan melaksanakan pidana penjara selama 5 tahun dikurangi selama berada dalam tahanan," kata Ali.

Baca: Soroti Misteri saat Nurhadi Buron, Refly Harun: Haris Azhar Mengatakan KPK Sudah Tahu Sesungguhnya

Diketahui, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan terhadap Bambang Mustaqim.

Tak hanya itu, Majelis Hakim juga menjatuhkan hukuman tambahan berupa kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp500 juta terhadap Bambang selambatnya satu bulan setelah perkaranya berkekuatan hukum tetap.

Jika dalam jangka waktu tersebut Bambang tidak membayar uang pengganti maka harta bendanya disita jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

Halaman
12
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved