Breaking News:

Kasus Imam Nahrawi

Bacakan Nota Pembelaan, Mantan Menpora Imam Nahrawi Seret Nama Taufik Hidayat

Imam Nahrawi mengaku tidak pernah menikmati sedikit pun uang seperti apa yang disebutkan Taufik Hidayat mantan Wakil Ketua Satlak Prima.

Istimewa
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahraw saati membacakan Nota Pembelaan, Jumat (19/6/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi membacakan Nota Pembelaan terhadap tuntutan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi terkait kasus suap pengajuan proposal bantuan dana hibah KONI Pusat kepada Kemenpora.

Sidang digelar secara virtual di Gedung KPK di Jakarta, Jumat (19/6/2020).

Dalam sidang kali ini, politikus Partai Kebangkitan Bangsa tersebut memakai baju berwarna merah dan peci berwarna hitam.

Dia sambil terisak membacakan nota pembelaan setebal 600 halaman.

Baca: Asisten Pribadi Mantan Menpora Imam Nahrawi Divonis Penjara 4 Tahun

Dia merasa dijebak dalam perkara tersebut.

Dia mempertanyakan sikap komisi antirasuah yang menjeratnya, meskipun ia tidak tahu asal usul pemberian suap tersebut.

"Apakah ketidaktahuan ini menjadi tanggung jawab saya secara pidana juga? Mengingat mereka yang telah bermain api dan mengatasnamakan saya," ujar Imam Nahrawi, saat membacakan nota pembelaan di persidangan yang digelar melalui video conference, Jakarta, Jumat (19/6/2020).

Dia mengaku tidak pernah menikmati sedikit pun uang seperti apa yang disebutkan Taufik Hidayat mantan Wakil Ketua Satlak Prima.

Dalam persidangan sebelumnya, mantan pebulutangkis nasional itu sempat mengaku menjadi perantara pemberian uang Rp 1 miliar kepada Imam Nahrawi.

Halaman
123
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved