Breaking News:

Anwar Budiman, Sosok Pengacara 'Berkaki' Tiga

Satu kaki berpijak di ranah buruh, satu kaki lain menapak di industri atau perusahaan, dan satu kaki lainnya lagi berdiri tegak di ranah pendidikan.

Istimewa
Dr Anwar Budiman SH SE MH MM. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ia tak memungkiri, terkadang mengalami "conflict of interest" (konflik kepentingan).

Ia tak menyangkal, terkadang mengalami apa yang oleh Sigmund Freud (1856-1939), Bapak Psikoanalisis itu, disebut sebagai "split of personality" (kepribadian yang terbelah).

Dialah Dr Anwar Budiman SH SE MH MM, pengacara yang memiliki tiga "kaki" sekaligus.

Tapi ada satu hal yang bisa mengatasi "conflict of interest" dan "split of personality" itu, yakni profesionalisme.

Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Di mana kita berada, di situ "rule of the game" atau aturan main dilaksanakan.

Lantas, di mana saja tiga "kaki" Anwar itu berada?

Satu kaki berpijak di ranah buruh, satu kaki lain menapak di ranah industri atau perusahaan, dan satu kaki lainnya lagi berdiri tegak di ranah pendidikan.

Dr Anwar Budiman SH MH, Advokat/Aktivis Perburuhan.
Dr Anwar Budiman SH MH, Advokat/Aktivis Perburuhan. (Istimewa)

Sayangnya, tiga "kaki" itu memiliki "ruh" yang berbeda-beda bahkan terkadang saling bertentangan satu sama lain.

"Ruh" ranah buruh adalah idealisme sekaligus pragmatisme, "ruh" ranah industri atau perusahaan adalah pragmatisme, dan "ruh" ranah pendidikan adalah idealisme.

Untuk itu, Anwar harus pandai-pandai bermain peran. Kuncinya: profesionalisme!

Halaman
1234
Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved