Breaking News:

Buronan FBI

Penjelasan Menkumham Yasonna Laoly Soal Buronan FBI Russ Albert Medlin Bisa Masuk Indonesia

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan saat pertama Russ Medlin masuk ke Indonesia pada November 2019 lalu, belum ada red notice yang diterima

Tribunnews.com/Taufik Ismail
Menkumham Yasonna Laoly. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polda Metro Jaya menangkap pelaku kasus pedofilia Russ Albert Medlin di Jalan Brawijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Belakangan, diketahui Russ Albert Medlin merupakan merupakan buronan FBI berdasarkan Red Notice-Interpol United States yang diterbitkan pada tanggal 10 Desember 2019.

Baca: Pengakuan Muncikari Pemasok PSK kepada Buronan FBI Russ Medlin: Setiap Minggu 3 Gadis

Menanggapi hal itu, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan saat pertama Russ Medlin masuk ke Indonesia pada November 2019 lalu, belum ada red notice yang diterima pihak Imigrasi.

"Memang waktu dia masuk krn belum ada red notice, sistem kita tidak ada," katanya saat rapat kerja dengan Komisi III DPR, Senin (22/6/2020).

"Kalau seandainya red notice itu sudah masuk di sistem waktu dia masuk, ini pasti tertangkal masuknya. Tapi red notice-nya baru dua minggu kemudian," imbuhnya.

Baca: Pengakuan Mucikari Pemasok PSK Anak Kepada Buronan FBI Russ Medlin: Setiap Minggu Suplai 3 Gadis

Sebelumnya, dalam rapat yang sama, anggota Komisi III DPR fraksi Partai Demokrat Hinca Pandjaitan mempertanyakan sistem pengawasan Imigrasi.

Hinca meminta, pihak Ditjen Imigrasi bisa memastikan sistem pengawasan keimigrasian dalam mendeteksi penjahat internasional masuk tanpa adanya red notice dari Interpol.

"Keberadaan Russ Merlin baru terdeteksi 7 bulan setelah red notice dari interpol diterima, itupun berdasarkan masyarakat Kebayoran Lama, Jakarta Selatan," kata Hinca.

Halaman
123
Penulis: chaerul umam
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved