Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

Bawaslu: Jangan Libatkan Anak Dalam Kegiatan Kampanye Pilkada

Ketua Bawaslu RI meminta pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah mengutamakan perlindungan anak selama tahapan penyelenggaraan Pilkada.

Tribunnews.com/ Danang Triatmojo
Ketua Bawaslu RI Abhan di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Rabu (12/6/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI, Abhan Misbah, meminta pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah mengutamakan perlindungan anak selama tahapan penyelenggaraan Pilkada.

Menurut dia, Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Pilkada memang tidak mengatur larangan melibatkan anak-anak selama kontestasi pesta demokrasi untuk rakyat daerah tersebut.

“Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tidak ada kaidah mengatur pelibatan anak dalam kegiatan politik. Satu pun tidak ada larangan kampanye (melibatkan anak,-red),” kata Abhan dalam seri dialog publik dalam rangka memperingati Hari Anti Penyiksaan Internasional, Jumat (26/6/2020).

Baca: Ketua Komisi II DPR RI Beberkan Alasan Munculnya Wacana Pilkada Serentak 2024 Diundur ke 2027

Dia menjelaskan, peserta pemilu dan partai politik mempunyai tugas untuk mengedukasi masyarakat.

Satu bentuk edukasi, kata dia, mengajarkan anak untuk menghargai perbedaan pilihan di antara kelompok masyarakat.

“Mengajarkan anak untuk menghargai perbedaan. Mengutamakan perlindungan anak,” ujarnya.

Dia meminta agar peserta pilkada dan partai tidak memanfaatkan kampanye di masa pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19) untuk melakukan pelanggaran terkait hak anak.

Baca: Politikus PAN Setuju Pilkada Serentak Digelar 2027

“Lewat media itu peserta pemilihan memberi contoh kepada anak memberi muatan kampanye. Penting peserta untuk memproteksi jangan sampai nanti timbul masalah baru penyebaran cluster Covid di penyelenggara, peserta khususnya anak-anak,” katanya.

Untuk diketahui, Pilkada 2020 akan digelar di 270 daerah meliputi sembilan provinsi, 37 kota, dan 224 kabupaten.

Halaman
1234
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved