Breaking News:

Kinerja Menteri Jokowi

Respons Demokrat soal Sinyal Reshuffle Kabinet Jokowi: Kami Bukan Koalisi Pemerintah

"Kami bukan koalisi pemerintah. Partai Demokrat fokus menyerap harapan aspirasi rakyat," ujar Syarief Hasan

(KOMPAS.com/ACHMAD NASRUDIN YAHYA)
Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan di forum diskusi di kawasan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu (16/2/2020). (KOMPAS.com/ACHMAD NASRUDIN YAHYA) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Demokrat akan tetap berada di luar pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin, dalam mengawal demokrasi.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan ketika dihubungi Tribunnews.com, Senin (29/6/2020).

Baca: Video Amarah Presiden Jokowi ke Para Menteri Dinilai Tak Elok dan Hanya Ciptakan Rumor Reshuffle

"Kami bukan koalisi pemerintah. Partai Demokrat fokus menyerap harapan aspirasi rakyat," ujar mantan Menteri Koperasi dan UKM di era Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Pertemuan Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan presiden Jokowi beberapa waktu lalu pun, menurut Syarief Hasan, tidak bicara soal rencana perombakan dab tawaran kursi kabinet.

"Kemarin itu ketemu hanya memperkenalkan pengurus Partai Demokrat," jelas Wakil Ketua MPR RI ini.

Kembali terkait ancaman perombakan menteri yang berkinerja kurang, kata dia, itu adalah hak preoregratif Jokowi sebagai presiden.

"Resuffle Itu hak preoregratif Presiden. Siapa yang akan diganti itu adakah hak Presiden. Kalau tidak baik ya reshuffle," tegasnya.

Kata dia pula, tentang kinerja Pemerintah, Demokrat sering memberi masukan dari awal sejak pandemi virus corona (Covid-19) mulai menular ke Indonesia sampai penanganannya yang kurang maksikal.

Namun pemerintah mengabaikan masukan dari Partai Demokrat.

Halaman
12
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved