Breaking News:

Jokowi Kembali Sentil Menterinya, Pengamat: Kode Reshuffle

Hendri melihat Jokowi sudah beberapa kali menyampaikan terbuka ke publik terkait titik poin permasalahan kinerja yang dirasanya kurang.

Kementan
Pengamat Politik Hendri Satrio. 

Sementara Mendikbud Nadiem Makarim dengan permasalahan Program Organisasi Penggerak (POP).
Hendri juga melihat kemungkinan Menteri KKP Edhy Prabowo terancam karena kasus ekspor benih lobster.

"Nah belakangan ini kan yang membuat gaduh itu menteri-menteri yang ada kaitannya dengan hukum, karena terkait dengan Djoko Tjandra dan imigrasi. Pendidikan juga kan buat gaduh juga. Jangan-jangan masalah lobster ini juga dianggap gaduh oleh pak Jokowi. Tapi selebihnya terkait evaluasi pak Jokowi lebih paham," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyoroti penyerapan anggaran Covid-19 oleh kementerian dan lembaga yang dinilai masih sangat minim.

Dari Rp 695 triliun anggaran penanggulangan Covid-19, baru Rp 141 triliun atau 20 persen yang terealisasi.

Hal tersebut Jokowi ungkapkan saat memimpin rapat terbatas dengan agenda Ratas Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Senin (3/8/2020).

"Sekali lagi baru 20 persen, masih kecil sekali," kata dikutip dari channel YouTube Sekretariat Presiden.

Presiden mengatakan penyerapan anggaran tertinggi saat ini berada di perlindungan sosial yakni 38 persen, kemudian program UMKM 25 persen.

Di luar hal kedua itu, penyerapan atau realisasi anggaran sangat kecil sekali.

Jangankan realisasi anggaran, menurut Presiden, masih ada 40 persen Kementerian dan Lembaga yang belum memiliki DIPA atau Daftar Isian Pelaksana Anggaran.

"Artinya apa, di kementerian, di lembaga aura krisisnya betul-betul belum, ya belum masih sekali lagi kejebak pada pekerjaan harian. Gak tahu prioritas yang harus dikerjakan," katanya.

Halaman
123
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved