Breaking News:

Pro Kontra RUU HIP

Budiman: Trisila dan Ekasila dalam RUU HIP Bukan dari PDI Perjuangan

Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah, kata Budiman, juga telah berulang kali menegaskan hal itu.

Tribunnews/JEPRIMA
Ratusan massa dari sejumlah ormas Islam seperti FPI, GNPF Ulama, PA 212 yang tergabung dalam ANAK NKRI saat melakukan aksi unjuk rasa menolak RUU HIP di depan Gedung MPR/DPR, Jakarta Pusat, Kamis (16/7/2020). Mereka berunjuk rasa menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politikus PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko memastikan bukan partainya yang memasukkan poin Ekasila dan Trisila ke dalam draft Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).

Awalnya, kata aktivis '98 itu, RUU HIP hanya dimaksudkan untuk membicarakan posisi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah, kata Budiman, juga telah berulang kali menegaskan hal itu.

"Bukan PDI Perjuangan. Wakil Ketua MPR, Pak Ahmad Basarah berkali-kali mengatakan, sebenarnya dari PDI Perjuangan dalam posisi untuk bicara soal BPIP. Nggak masuk ke sana (Trisila dan Ekasila-red)," tegas mantan anggota DPR RI ini dalam acara Aiman Ring Satu di Kompas TV, Senin (17/8/2020).

"Kita bicara soal pengorganisasian dan sosialisasi Pancasila. Tidak membongkar-bongkar atau tidak meluaskannya menjadi soal-soal lebih substantif," jelas Budiman.

Baca: RUU HIP Jadi Topik Panas Pertemuan HNW dengan Masyarakat

Budiman menegaskan kembali, usulan Trisila dan Ekasila bukan berasal dari PDI Perjuangan.

Tapi itu datang dari partai tertentu.

Hal itu menurut dia, bisa dibuktikan dari hasil notulensi rapat-rapat yang digelar DPR terkait RUU HIP.

"Akan lebih pas lagi kalau dikonfirmasi lagi, bisa cek di notulensi-notulensi sidang-sidangnya. Karena itulah yang paling valid, paling otentik untuk menunjukkan siapa sebenarnya mengusulkan, memasukkan referensi terhadap Trisila atau Ekasila tadi. Itu mungkin validitasnya bisa dipertanggungjawabkan," ucap Budiman.

Bagi PDI Perjuangan, kata dia, pembacaan atas Pancasila yang sudah final sebagaimana termaktub di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

Halaman
12
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved