Jumat, 22 Mei 2026

Jakob Oetama Meninggal Dunia

Jakob Oetama, Sosok Sederhana yang Mengutamakan Kejujuran, Integritas, Rasa Syukur, dan Humanisme

Karier Jakob Oetama di dunia jurnalistik bermula dari pekerjaan barunya sebagai redaktur majalah Penabur Jakarta.

Tayang:
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
Nathania Mulia
Almarhum Jakob Oetama. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pendiri Kompas Gramedia sekaligus Pemimpin Umum Harian Kompas Jakob Oetama tutup usia pada Rabu, 9 September 2020. 

Almarhum meninggal dunia dengan tenang di Rumah  Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading pada pukul 13:05 WIB dalam usia 88 tahun.

Jakob Oetama adalah jurnalis senior dan tokoh pers nasional. Ia lahir pada 27 September 1931 di Desa Jowahan, Borobudur, Jawa Tengah.

Saat belia cita-citanya adalah menjadi guru seperti ayahnya. Ia sempat mengajar di SMP Mardi Yuwana Cipanas, Sekolah Guru Bagian B (SGB) Lenteng Agung Jagakarsa, dan SMP Van Lith Jakarta.

Minatnya menulis tumbuh berkat belajar Ilmu Sejarah. 

Karier Jakob Oetama di dunia jurnalistik bermula dari pekerjaan barunya sebagai redaktur majalah Penabur Jakarta.

Baca: BREAKING NEWS: Pendiri Kompas Gramedia Jacob Oetama Meninggal Dunia

Pada 1963, bersama rekan terbaiknya, Almarhum Petrus Kanisius Ojong (P.K. Ojong).

Jakob Oetama menerbitkan majalah Intisari yang menjadi cikal-bakal Kompas  Gramedia. 

Kepekaannya pada masalah manusia dan kemanusiaanlah yang kemudian menjadi spiritualitas Harian Kompas, yang terbit pertama kali pada 1965. 

Hingga lebih dari setengah abad kemudian Kompas Gramedia berkembang menjadi bisnis multi-industri, Jakob Oetama tidak pernah melepas identitas dirinya sebagai seorang wartawan. Baginya, “Wartawan adalah Profesi, tetapi Pengusaha karena Keberuntungan.” 

 Semasa hidup, Jakob Oetama dikenal sebagai sosok sederhana yang selalu mengutamakan kejujuran, integritas, rasa syukur, dan humanisme.

Di mata karyawan, ia dipandang sebagai  pimpinan yang ‘nguwongke’ dan tidak pernah menonjolkan status atau kedudukannya. 

Almarhum  berpegang teguh pada nilai Humanisme Transendental yang ditanamkannya sebagai fondasi  Kompas Gramedia.

Baca: Jakob Oetama adalah KOMPAS bagi Demokrasi Indonesia

Idealisme dan falsafah hidupnya telah diterapkan dalam setiap sayap bisnis Kompas Gramedia yang mengarah pada satu tujuan utama, yaitu mencerdaskan kehidupan Bangsa  Indonesia.

“Jakob Oetama adalah legenda, jurnalis sejati yang tidak hanya meninggalkan nama baik, tetapi juga kebanggaan serta nilai-nilai kehidupan bagi Kompas Gramedia. Beliau sekaligus teladan dalam profesi wartawan yang turut mengukir sejarah jurnalistik bangsa Indonesia. Walaupun kini beliau telah tiada, nilai dan idealismenya akan tetap hidup dan abadi selamanya,”  kata Corporate Communication Director Kompas Gramedia Rusdi Amral dalam siaran persnya, Rabu, (9/9/2020).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved