Kamis, 21 Mei 2026

Jakob Oetama Meninggal Dunia

Rekam Jejak Karier dan Deretan Penghargaan yang Diraih Jakob Oetama Semasa Hidup

Pendiri Kompas Gramedia Jakob Oetama meninggal dunia. Berikut rekam jejak karier dan deretan penghargaan yang diraih mendiang semasa hidup.

Tayang:
Penulis: Rica Agustina
Nathania Mulia
Almarhum Jakob Oetama. Pendiri Kompas Gramedia Jakob Oetama meninggal dunia. Berikut rekam jejak karier dan deretan penghargaan yang diraih mendiang semasa hidup. 

TRIBUNNEWS.COM - Pendiri Kompas Gramedia sekaligus Pemimpin Umum Harian Kompas Jakob Oetama tutup usia pada Rabu (9/9/2020).

Mendiang meninggal dunia di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading pada pukul 13.05 WIB dalam usia 88 tahun.

Ketua Tim Dokter Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Felix Prabowo Salim mengatakan, Jakob Oetama sudah dirawat sejak tanggal 22 Agustus 2020.

Saat dilarikan ke rumah sakit, kondisi jurnalis senior kelahiran 27 September 1931 ini dalam keadaan kritis.

"Pada saat masuk memang dalam kondisi kritis dengan adanya gangguan multiorgan. Di mana karena di samping usia juga faktor-faktor yang memperberat itu akhirnya mengalami perburukan," ungkap Felix dalam video live streaming di kanal YouTube Kompastv.

Jakob Oetama akan disemayamkan di Gedung Kompas Gramedia, Jakarta Pusat, dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.

Baca: Jakob Oetama Meninggal Dunia, TNI AU Sampaikan Ucapan Belasungkawa

Untuk diketahui, Jakob Oetama adalah lulusan Seminari Menengah St Petrus Canisius Mertoyudan.

Saat belia, cita-citanya adalah menjadi guru seperti ayahnya.

Mendiang pun sempat mengajar di SMP Mardi Yuwana Cipanas, Sekolah Guru Bagian B (SGB) Lenteng Agung Jagakarsa, dan SMP Van Lith Jakarta.

Sambil mengajar SMP, Jakob Oetama mengikuti Kursus B-1 Ilmu Sejarah hingga lulus.

Mendiang kemudian melanjutkan kuliah ke Perguruan Tinggi Publisistik Jakarta dan Jurusan Ilmu Komunikasi Massa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada hingga tahun 1961.

Karier Jakob Oetama di dunia jurnalistik bermula dari pekerjaan barunya sebagai redaktur majalah Penabur Jakarta.

Pada 1963, bersama rekan terbaiknya, almarhum Petrus Kanisius Ojong (PK Ojong), Jakob Oetama menerbitkan majalah Intisari yang menjadi cikal-bakal Kompas Gramedia.

Baca: Jakob Oetama, Sosok Sederhana yang Mengutamakan Kejujuran, Integritas, Rasa Syukur, dan Humanisme

Kepekaannya pada masalah manusia dan kemanusiaanlah yang kemudian menjadi spiritualitas Harian Kompas, yang terbit pertama kali pada 1965.

Hingga lebih dari setengah abad kemudian Kompas Gramedia berkembang menjadi bisnis multi-industri.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved