Breaking News:

BMKG Sebut Tsunami 20 Meter Butuh Waktu 20 Menit untuk Sampai ke Daratan

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sudah melakukan modelling terkait ancaman tersebut.

Tribunnews.com/Gita Irawan
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono saat konferensi pers Ekspedisi Destana Tsunami 2019 di Graha BNPB Jakarta Timur pada Rabu (10/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willys Widianto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Para ilmuwan di Institut Teknologi Bandung(ITB) memprediksi akan ada gempa megathrust yang berpotensi memunculkan gelombang tsunami setinggi 20 meter di selatan pulau Jawa.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sudah melakukan modelling terkait ancaman tersebut.

Dalam modelling tersebut gelombang tsunami hanya butuh waktu 20 menit untuk mencapai ke daratan. 

"Tergantung sumber gempa sendiri kalau jarak episentrumnya jauh lebih dari 200 kilometer lebih ya mungkin lama, tapi kalau episentrumnya tidak jauh dari pantai mungkin 20 menit sudah sampai ke daratan," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono saat berbincang dengan Tribunnews.com, Jumat (25/9/2020).

Baca: 100 Dokter Gugur Akibat Covid-19, Anggota Komisi IX: Ini Bukan Alarm Kebakaran, Tapi Alarm Tsunami

Menurut Rahmat, modelling yang dilakukan BMKG tersebut sudah dilakukan sejak dahulu kala. Modelling tersebut berdasarkan sejarah dan catatan kejadian masa lampau di titik-titik gempa megathrust.

"Adanya modelling yang dilakukan itu sudah berdasarkan catatan sejarah masa lampau," kata Rahmat.

Karena itu lanjut Rahmat, BMKG meminta semua pihak menyikapi potensi ancaman gempa dan tsunami besar tersebut dengan bijak.

Sebab wilayah Indonesia kata dia memang memiliki potensi bencana khususnya gempa bumi dan tsunami karena dikelilingi lempeng tektonik mulai dari Barat Sumatera, Simeuleu, Nias, Enggano lalu masuk ke Selatan Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi dan Papua.

"Papua juga kan bisa terancam tsunami kalau ada gempa besar di Jepang, Amerika Latin. Tapi itu sampainya kan lama 13 jam lebih, 24 jam lebih kalau dari Amerika Latin dari Chili. Beda dibandingkan tsunami di Selatan Jawa yang hanya dalam hitungan menit sudah sampai, "ujar Rahmat.

Halaman
123
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved