Pemilihan Presiden Amerika Serikat
Pandangan DPR Soal Dampak Pilpres AS ke Indonesia
Martin Manurung mengatakan, kondisi dunia pada saat ini sudah jauh berubah dari tahun-tahun sebelumnya, akibat pandemi Covid-19.
Penulis:
Seno Tri Sulistiyono
Editor:
Malvyandie Haryadi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) akan terlaksana pada 3 November 2020, di mana calon presiden petahana Donald Trump dari Partai Republik, ditantang politikus Demokrat Joe Biden.
Wakil Ketua Komisi VI Fraksi NasDem Martin Manurung mengatakan, kondisi dunia pada saat ini sudah jauh berubah dari tahun-tahun sebelumnya, akibat pandemi Covid-19.
"Kami harapkan Presiden terpilih AS nanti akan mampu memainkan peran, bukan hanya sebagai pemimpin negara AS, tetapi juga pemimpin dunia yang mampu menjadi solidarity maker untuk bersama-sama melakukan pemulihan ekonomi saat dan pasca pandemi nanti," kata Martin saat dihubungi, Jakarta, Jumat (30/10/2020).
Baca juga: Politikus NasDem: Siapapun Pemenang Pemilu AS Tak Berpengaruh Besar terhadap Indonesia
Anggota Komisi I DPR Fraksi PPP Syaifullah Tamliha mengatakan, Indonesia akan tetap dipandang sebagai negara yang menarik oleh Presiden Amerika Serikat ke depan, baik Pilpres nanti dimenangkan Trump ataupun Biden.
"Biden ataupun Trump pastilah tetap menempatkan Indonesia sebagai sebuah negara yg sering disebut maha penting di kawasan Indo-Pasific," kata Syaifullah.
Sedangkan, Anggota Komisi I DPR Muhammad Farhan mengatakan, pada dasarnya siapapun pemenang Pemilu AS, tidak berpengaruh besar pada kebijakan luar negeri United States of America (USA) terhadap Indonesia.
Baca juga: Jelang Pilpres AS, Hillary Clinton Menjadi Anggota Electoral College di New York
"Justru pemilihan sela Kongres dan Pemilu Senat yang menentukan garis kebijakan Partai Demokrat atau Republik yang berpengaruh langsung pada kebijakan luar negeri USA terhadap negara-negara yang punya kekhususan, seperti Indonesia," kata Farhan.
Menurut Farhan, selama ini tidak pernah sekalipun Presiden Amerika Serikat bernada negatif kepada Indonesia, seperti yang dilakukan PM Australia Scott Morrison dengan meragukan pemerintah Indonesia terkait Covid-19.
"Kehadiran kelompok-kelompok lobi politik dan bisnis yang dibawa oleh anggota Kongres atau Senator USA ke Indonesia nanti, akan memberikan pengaruh terhadap corak hubungan RI-USA," ujar Farhan.