Breaking News:

Dipercaya Publik, Jaksa Agung Dinilai Memiliki Kinerja Baik dalam Penegakan Hukum

kinerja Kejaksaan Agung di bawah kepemimpinan Jaksa Agung ST Burhanuddin mendapatkan peningkatan kepercayaan publik.

Tangkapan Layar Kompas TV
Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah berpendapat wacana presiden untuk memangkas eselon III dan IV dengan digantikan robot memungkinkan timbul resistensi ASN, terlebih di daerah. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah mengatakan kinerja Kejaksaan Agung di bawah kepemimpinan Jaksa Agung ST Burhanuddin mendapatkan peningkatan kepercayaan publik.

Karena, Kejaksaan Agung memiliki kinerja baik dalam penegakan hukum serta pembenahan-pembenahan di internal Kejagung dalam melakukan reformasi birokrasi. 

Menurut Trubus, penilaian itu tercermin dari data Survei Indikator Politik Indonesia yang menyatakan bahwa kepuasan publik terhadap kinerja penegakan hukum dalam tugasnya memberantas tindak pidana korupsi menyatakan berkinerja baik.

Sementara itu, kepercayaan publik terhadap kinerja Kejaksaan Agung Republik Indonesia mengalami peningkatan, tercatat pada bulan Juli 2020, sebesar 68 persen naik menjadi 71,3 persen pada bulan Oktober 2020.

“Hal yang patut kita apresiasi artinya memang Kejaksaan Agung sudah melakukan pembenahan-pembenahan internal, reformasi birokrasi institusinya, memang ini banyak kasus-kasus yang ditangani, tapi menurut saya memang survei ini juga mengindikasikan bahwa persepsi publik terhadap Kejaksaan Agung sudah mulai membaik,” kata Trubus, saat dikonformasi Tribunnews, Rabu (4/10/202).

Menurut Trubus, meskipun hasil survei menunjukan kenaikan, Kejaksaan Agung didorong agar terus konsisten menjalankan tugasnya secara profesional dan tetap melakukan pembenahan serta bertindak transparan terhadap setiap kasus yang ditanganinya.

“Artinya Kejaksaan Agung harus terus berbenah memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” katanya.

Baca juga: Tak Hanya Gedung Kejaksaan Agung, Ini 6 Kasus Kebakaran Hebat yang Dipicu Puntung Rokok

Kejaksaan Agung dibawah kepemimpinan ST Burhanuddin, lanjut Trubus, dinilai sudah menunjukan tata kelola yang akuntabel, koordinasi antar institusi penegak hukum berjalan dengan relatif baik dalam penanganan sebuah kasus seperti halnya kasus Jaksa Pinangki maupun kasus Kebakaran Gedung Kejagung.

“Kemudian juga koordinasi dengan berbagai lembaga itu relatif baik, apa lagi kemudian kasus yang gedung kebakaran itu ternyata memang semata-mata disebabkan oleh human eror, human eror yang tidak ada kaitanya dengan persoalan kasus hukum.” Terangnya.

Trubus berharap agar Kejagung lebih optimal dalam hal penanganan-penanganan perkara dan lebih transparan, selain itu juga, memberantas para mafia-mafia atau ‘Jaksa Nakal’ yang dapat mencoreng citra Korp Adhiyaksa tersebut.

Halaman
12
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved