Kamis, 28 Mei 2026

Formappi Nilai DPR Dorong Pemerintah Menambah Utang

Sekadar memberikan apresiasi, memahami, menerima, meminta, mendorong, dan mendesak terhadap mitra kerjanya.

Tayang:
Penulis: Chaerul Umam
Editor: Hendra Gunawan
Chaerul Umam/Tribunnews.com
Peneliti Formappi (dari kiri ke kanan): Lucius Karus, M Djadijono dan I Made Leo Wiratma. 

Optimisme tersebut, kata Leo, tidak didukung oleh anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Anggaran program PEN disepakati tahun 2021 hanya Rp 372,3 triliun di mana jumlah ini hanya separuh dari anggaran program PEN 2020 sebesar Rp 695,2 triliun.

Lebih lanjut, dalam pembahasan postur APBN 2021, DPR juga tidak berhasil menekan pemerintah untuk memperbesar pendapatan dan menurunkan belanja negara.

Justru sebaliknya, di mana target pendapatan yang diajukan pemerintah sebesar Rp 1.776,4 triliun diturunkan sebesar Rp 32,8 triliun menjadi Rp 1.743,6 triliun.

Sementara, belanja negara dinaikkan dari target pemerintah sebesar Rp 2.747,5 triliun menjadi Rp 2.750,0 triliun atau meningkat Rp 2,5 triliun.

Dengan demikian, defisit APBN 2021 semakin besar dari sejumlah Rp 971,2 triliun atau 5,50 persen dari produk domestik bruto (PDB) menjadi 1.006 triliun atau 5,70 persen dari PDB.

"Pembiayaan atas defisit ini diantaranya dengan utang, karena itu DPR dapat dikatakan mendorong pemerintah menambah utang," pungkasnya.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved