Breaking News:

Rizieq Shihab Pulang

Pengamat Nilai Wajar Kepulangan Habib Rizieq Timbulkan Kontroversi, Ini Alasannya

Karyono juga menyebut, sosok HRS ini dikenal sebagai sosok hater Jokowi yang paling vokal. 

TRIBUN JABAR/ZELPHI
Pengendara melewati baliho Habib Rizieq dengan ukuran cukup besar yang ditempel pada tembok sebuah pabrik di Jalan Cibaligo, Kota Cimahi, Jawa Barat, Jumat (06/11/2020). Berita rencana kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab atau Habib Rizieq dari Arab Saudi ke Indonesia menjadi pembicaraan belakangan hari ini. Diketahui sebelumnya, Habib Rizieq mengumumkan bahwa dirinya akan pulang ke Indonesia pada Selasa, 10 November 2020. Rizieq Shihab menyatakan segera kembali ke Indonesia bersama keluarganya. Dia mengungkapkan akan melakukan perjalanan pulang dari Arab Saudi pada 9 November 2020 pukul 19.30 waktu Saudi. Dan direncanakan akan tiba di Indonesia 10 November pukul 09.00. (Tribun Jabar/Zelphi) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai menilai wajar, jika rencana kepulangan Habib Rizieq Shihab (HRS) ke Indonesia menimbulkan kontroversi

Pasalnya, menurut Karyono, Habib Rizieq memang kontroversial. 

"Ia kerap membuat heboh di republik ini. Ketika ia tinggal di Arab saja, pernyataannya masih sering membuat heboh," kata Karyono kepada Tribunnews, Jumat (6/11/2020).

Baca juga: Siapa Syarifah Najwa Shihab? Putri Habib Rizieq Shihab yang akan Segera Menikah

Karyono juga menyebut, sosok HRS ini dikenal sebagai sosok hater Jokowi yang paling vokal. 

Selain itu, suara lantang yang klaim mewakili umat Islam tak jarang menimbulkan polemik.

Oleh karenanya, kepulangan HRS tentu membuat was-was bagi sebagian masyarakat. 

"Apalagi jika HRS bergabung dengan kelompok oposisi bisa berpotensi memperkuat kelompok mereka. kubu oposisi mendapatkan tambahan energi," jelas Karyono.

Baca juga: Nilai Pemerintah Tak Adil terhadap Rizieq Shihab, Fadli Zon: Reynhard Sinaga Dapat Bantuan Hukum

Tapi di sisi lain, lanjut Karyono, kelompok oposisi bisa menjadi kekuatan penyeimbang terhadap pemerintahan. 

Hal ini tidak berdampak negatif jika paradigma oposisi diletakkan dalam kerangka memperkuat demokrasi dan memperbaiki bangsa ini ke depan. 

Namun, yang dikuatirkan jika arah oposisi bergeser ke arah gerakan untuk menggulingkan pemerintahan yang sah. 

"Inilah yang menjadi tantangan pemerintahan Jokowi - Ma'ruf" imbuhnya.

Tetapi, boleh jadi sikap politik HRS sepulang dari Arab tidak ditujukan untuk tujuan tersebut jika menyimak pernyataan HRS bahwa dirinya tidak ingin mempersulit pemerintah Indonesia.

Ia menginginkan kepulangannya tersebut tidak dimanfaatkan oleh berbagai pihak. Penegasan Rizieq ini mengindikasikan tentang sikapnya setelah berada di Indonesia sepulang dari Arab Saudi.

"Pernyataan HRS ini yang harus dipegang teguh oleh dirinya sendiri dan menjadi catatan apabila HRS mengingkari ucapannya," tutup Karyono.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved