JK Cerita Detik-detik Rizal Ramli Direshuffle dari Kabinet Kerja: Sampai Sekarang Saya Juga Kasihan

Mengetahui Rizal masih ada di Istana, Jokowi justru mengajak dirinya untuk pulang dan meninggalkan Rizal.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Dewi Agustina
Tribunnews/Herudin
Ekonom Rizal Ramli (kiri) ditemani Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun mendatangi Mahkamah Konstitusi (MK) untuk mengajukan gugatan terkait ambang batas pencalonan presiden, di Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2020). Rizal Ramli mengajukan gugatan terkait ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) yang tertuang di dalam Undang-Undang Pemilihan Umum (UU Pemilu) 7/2017 yang mensyaratkan 20 persen kursi menjadi 0 persen. Tribunnews/Herudin 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden Indonesia ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK) menceritakan detik-detik mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Kabinet Kerja Rizal Ramli direshuffle.

Awalnya JK menceritakan alasan di balik penggantian Rizal ketika itu.

JK mengatakan saat itu Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk mengganti Rizal karena sejumlah hal namun terutama karena dinilai tidak mampu memimpin dan berkoordinasi.

JK mengungkapkan saat itu Rizal dinilai tidak mampu memimpin di antaranya ditunjukkan dengan pada saat rapat koordinasi dengan para menteri yang dikoordinasikannya para menteri tersebut jarang datang dan hanya diwakili oleh Direktur Jenderal dari kementerian tersebut.

Selain itu, kata JK, usul Rizal terkait dengan Blok Masela saat rapat Kabinet Kerja ketika itu yang kemudian sempat disetujui Jokowi juga dianggap justru tidak tepat dan tidak menguntungkan negara.

Baca juga: Rizal Ramli: 82 Persen Peserta Pemilu Cari Bandar Untuk Biayai Pemilihan

Karena itu, Rizal dipanggil ke Istana oleh Jokowi pada 10 bulan masa jabatannya sebagai Menko Bidang Kemaritiman.

Saat itu, kata JK, Jokowi menyampaikan sendiri kepada Rizal alasan menggantinya adalah demi kebaikan Kabinet Kerja.

Namun ketika itu, kata JK, Rizal menolak dan menanyakan apa kesalahannya.

Ketika itu, kata JK, Rizal bahkan sempat marah-marah dan bersikukuh meminta Jokowi menjelaskan apa kesalahannya.

Akhirnya, kata JK, Jokowi meminta Rizal untuk menunggunya di sebuah ruangan di Istana karena Jokowi harus mengurusi persoalan lainnya.

Setelah urusan Jokowi selesai sekira pukul 10 malam, kata JK, Jokowi menanyakan ajudannya apakah Rizal masih di Istana.

Mengetahui Rizal masih ada di Istana, kata JK, Jokowi justru mengajak dirinya untuk pulang dan meninggalkan Rizal.

JK mengatakan ketika itu ia menuruti kemauan Jokowi dan pulang.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved