Breaking News:

Menaker: 151 Ribu Pekerja Belum Terima BLT Gaji Pada Tahap Pertama

Ida Fauziyah menyebut sebanyak 151 ribu pekerja belum menerima bantuan subsidi upah (BSU) pada tahap pertama. Saat ini penyaluran BSU telah memasuki

Ist
Menaker Ida Fauziah membuka dan memberikan sambutan kunci pada acara webinar Polteknaker di Jakarta, Sabtu (21/11) 

TRIBUNNEWS.COM,  JAKARTA — Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah menyebut sebanyak 151 ribu pekerja belum menerima bantuan subsidi upah (BSU) pada tahap pertama. Saat ini penyaluran BSU telah memasuki tahap kedua.

Hal itu disampaikan Menaker dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Jakarta, Rabu (25/11/2020).

“Progres penyaluran BSU yang kami update 23 November  2020. Realisasi BSU gelombang pertama sebanyak 12,2 juta orang. Dan yang belum dapat disalurkan sebanyak 151 ribu  orang,” ujar politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Adapun realisasi anggaran BSU gelombang pertama sebesar Rp14,7 triliun dari target Rp14,8 triliun.

Pada gelombang kedua penyaluran BSU, menurut data sampai dengan 23 November 2020, Menaker mencatat sebanyak 5,9 juta orang.

Sementara yang belum dapat disalurkan sebanyak 3000 orang dan hingga kini proses penyaluran masih berlangsung.

 “Realisasi anggaran gelombang ke-2, Rp 7,1 triliun dari target anggaran Rp13,2 triliun. Ini untuk gelombang kedua,  masih dalam proses realisasi penyaluran dari bank penyalur ke penerima program,” ucapnya.

Baca juga: Kemnaker Telah Menyalurkan BSU Kepada 10.485.136 Pekerja Pada Termin Kedua

Lebih lanjut ia menjelaskan, data calon penerima BSU sampai dengan 30 September 2020 yang disampaikan oleh BPJS Ketenagakerjaan ke Kementerian Tenaga Kerja adalah sebesar 12,4 juta orang. Itu kemudian dibagi menjadi 6 batch.

“Berdasarkan data tersebut, telah dilakukan revisi target dari yang semula15,7 juta orang, dengan anggaran Rp37,7 triliun, menjadi 12,4 juta orang dengan anggarannya menjadi Rp29,7 triliun,” jelasnya.

“Sisa anggaran sudah kami kembalikan ke Kementerian Keuangan dan digunakan untuk memberikan subsidi gaji atau upah kepada guru honorer, baik guru yang ada di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan maupun Kementerian Agama. Sekarang dalam proses pencairan di Kementerian masing-masing,” ujarnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved