Breaking News:

Kemendikbud Rancang Konsep SMK Plus Tiga Semester Magang

Ditjen Pendidikan Vokasi rancang konsep pendidikan SMK plus tambahan pendidikan tiga semester, mengadopsi sistem pendidikan vokasi di Jerman.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto saat wawancara khusus di Kantor Tribun Network, Jakarta, Selasa (8/9/2020). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto mengatakan pihaknya sedang merancang konsep pendidikan SMK plus tambahan pendidikan tiga semester.

Wikan menjelaskan konsep tersebut bakal memungkinkan para siswa SMK sekolah selama tiga tahun, ditambah dengan magang dan kuliah selama tiga semester.

Konsep ini, menurut Wikan, mengadopsi sistem pendidikan vokasi di Jerman.

"SMK-nya tiga tahun plus tiga semester, jadi plus 1 setengah tahun dan magang dual system seperti di Jerman, magang sambil kuliah," ujar Wikan dalam webinar Kompas Talks, Selasa (9/12/2020).

Baca juga: FAKTA 179 Siswa SMK di Jateng Positif Covid-19, 8 Orang Awalnya Batuk-batuk, Ganjar Ambil Langkah

Dirinya mengatakan konsep ini mengolaborasikan SMK, kampus vokasi, dengan dunia industri.

Selain itu, Wikan mengungkapkan konsep magang SMK pada semester akhir.

Para siswa SMK juga dapat mengambil kursus hingga enam bulan.

Wikan mengatakan langkah ini untuk meningkatkan kompetensi lulusan SMK yang cocok dengan kebutuhan industri.

"Atau SMK 3 tahun saja tidak apa-apa, di mana satu semester terakhirnya magang. Atau kursus 3-6 bulan tapi untuk mencapai kompetensi pekerjaan yang dibutukan oleh industri," tutur Wikan.

Baca juga: Begini Cara Siswa SMK Bantu Pembelajaran di Masa Pandemi

Selain itu, Kemendikbud juga berencana meningkatkan program D3 menjadi D4.

Langkah ini dilakukan untuk menghasilkan pekerja terampil di bidang industri.

"Sehingga nanti, kombinasi kita seluruh D3 dinaikan jadi D4. Kemudian menunya adalah lulusan SMK tiga tahun yang kompeten untuk mengisi teknisi terampil. Kemudian lulusan D4 yang kompeten, itu untuk mengisi supevisor lapangan, produk disainer yang aplikatif, entertprenur, serta S2 terapan serta S3 terapan," ungkap Wikan.

Seperti diketahui, Ditjen Pendidikan Vokasi mendorong terjadinya kolaborasi yang erat atau Link and Match antara pendidikan vokasi dengan dunia industri dan kerja.

Kolaborasi yang terbentuk antara pendidikan vokasi dengan dunia industri dan kerja harus mencapai tahap "menikah".

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Produk Populer

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved