Breaking News:

Kasus Djoko Tjandra

Bacakan Pledoi Minta Dibebaskan, Djoko Tjandra: Saya Cinta Indonesia Seperti Anak ke Ibunya

Dalam pledoinya, Djoko Tjandra mengungkit soal kecintaannya dengan Indonesia yang telah membesarkan dan membuatnya sukses.

WARTAKOTA/Angga Bhagya Nugraha
Terdakwa Djoko Tjandra kasus surat palsu, menjalani sidang lanjutan dengan agenda tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jumat (4/12/2020). JPU menuntut Djoko Tjandra 2 tahun penjara terkait surat palsu. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengadilan Negeri Jakarta Timur menggelar sidang perkara surat jalan palsu dengan terdakwa Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra, Jumat (11/12/2020).

Agenda sidang mendengar pengajuan pledoi terdakwa atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam pledoinya, Djoko Tjandra mengungkit soal kecintaannya dengan Indonesia yang telah membesarkan dan membuatnya sukses.

"Saya mencintai Indonesia sebagaimana cinta seorang anak kepada Ibunya yang telah melahirkan, membesarkan, dan membuatnya jadi sukses," kata Djoko Tjandra membacakan pledoinya.

Djoko Tjandra mengatakan dirinya pulang ke Indonesia karena rindu setelah 11 tahun meninggalkan Indonesia dan menetap di luar negeri.

Namun setiap kali dirinya mengungkap mau pulang ke Indonesia, para rekan - rekan bisnis selalu menyinggung soal ketidakadilan hukum Indonesia yang menimpanya.

"Buat apa pulang ke Indonesia yang sudah memperlakukan kamu secara tidak adil, yang menghukummu secara tidak adil, yang telah menjadikan kamu sebagai korban miscarriage of justice dan korban ketidakadilan?!," kata Djoko Tjandra menirukan ucapan rekannya.

Djoko Tjandra
Djoko Tjandra (tribunnews.com/Danang Triatmojo)

Pria kelahiran Sanggau, Kalimantan Barat ini mengaku paham dengan pernyataan rekan sejawatnya.

Baca juga: Djoko Tjandra Minta Dibebaskan dari Tuntutan Surat Jalan Palsu

Terlebih kata dia, di luar negeri ia bisa melakukan bisnis tanpa hambatan. Bahkan pemerintah asing mendukung bisnisnya. Beberapa pihak menggelar karpet merah agar dirinya mau mengembangkan investasinya di negara tersebut.

Bisnis di Indonesia juga disebut berjalan lancar tanpa perlu kehadiran fisik dirinya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved