Breaking News:

Menteri Agama Yaqut Cholil Meluruskan soal Bakal Afirmasi Beribadah Kelompok Syiah dah Ahmadiyah

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengaku kaget sempat dikabarkan akan mengafirmasi peribadahan kelompok Syiah dan Ahmadiyah

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Sanusi
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut bertemu Ketua Jemaat GPIB Immanuel Semarang, Pdt Yorinawa Salawangi saat perayaan Misa Natal di Gereja Blenduk, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (24/12/2020). Selain memastikan perayaan Misa Natal berjalan dengan lancar di situasi pandemi, datangnya Gus Yaqut ke Semarang tidak lain untuk bersilaturahmi dan mengenalkan diri sebagai Menteri Agama yang baru. Tribun Jateng/Hermawan Handaka 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengaku kaget sempat dikabarkan akan mengafirmasi peribadahan kelompok Syiah dan Ahmadiyah saat menjabat jabatannya yang baru tersebut.

Menurut Yaqut, informasi itu tidak benar. Dia membantah pernah mengucapkan pernyataan seperti itu.

"Saya ingin bercerita dikit, ada kejadian di hari kedua setelah dilantik yang bener saya mengagetkan tiba-tiba ada berita yang mengatakan bahwa Menteri Agama akan mengaktivasi beribadah umat Syiah dan Ahmadiyah terlepas konteks benar atau salah. Saya tidak pernah mengatakan itu tetapi ada pers atau media yang menulis seperti itu dan mengatasnamakan saya," kata Yaqut dalam acara Webinar Silahturahmi Nasional Lintas Agama, Minggu (27/12/2020).

Baca juga: MUI Minta Menteri Agama Yaqut Cholil Hati-hati soal Rencana Afirmasi Syiah dan Ahmadiyah

Baca juga: Sejumlah Orang Berunjuk Rasa di Sawangan Depok, Tolak Keberadaan Kelompok Ahmadiyah

Ia juga mengaku telah memberikan keterangan bahwa informasi tersebut tidak benar.

Sikapnya terkait kelompok Syiah dan Ahmadiyah hanya sebatas bahwa setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di muka hukum.

"Yang pertama adalah semua warga negara itu berkedudukan yang sama di muka hukum dia mau Syiah, Ahmadiyah, Muhammadiyah, NU maupun siapapun itu sama," ungkapnya.

Ia menuturkan negara wajib melindungi anggota atau organisasi tersebut. Artinya, kata dia, tak ada kelompok yang boleh melakukan main hakim sendiri terhadap kelompok lainnya.

"Negara itu wajib melindungi mereka anggota-anggota organisasi ini, sebagai warga negara artinya apa kalau berbeda keyakinan tidak boleh ada alasan kelompok yang merasa paling besar menghakimi sendiri," jelasnya.

Lebih lanjut, Yaqut menambahkan jika ada perbedaan pandangan dalam segi agama, maka Kementerian Agama siap berperan sebagai mediator.

"Jika ada perbedaan pendapat terkait hal-hal agama kita selesaikan dengan dialog Kementerian Agama siap untuk memberikan fasilitas mereka untuk berdialog dan itu saya sampaikan dan insya Allah forum ini menjadi saksi bahwa saya akan pegang dua hal ini selama saya diberikan amanah sebagai Menteri Agama," pungkasnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved