Breaking News:

Reshuffle Kabinet

MUI Minta Menteri Agama Yaqut Cholil Hati-hati soal Rencana Afirmasi Syiah dan Ahmadiyah

Anwar Abbas meminta Menteri Agama untuk berhati-hati dalam memberikan pernyataan soal rencana afirmasi terhadap kelompok Syiah dan Ahmadiyah.

Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut bertemu Ketua Jemaat GPIB Immanuel Semarang, Pdt Yorinawa Salawangi saat perayaan Misa Natal di Gereja Blenduk, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (24/12/2020). Selain memastikan perayaan Misa Natal berjalan dengan lancar di situasi pandemi, datangnya Gus Yaqut ke Semarang tidak lain untuk bersilaturahmi dan mengenalkan diri sebagai Menteri Agama yang baru. Tribun Jateng/Hermawan Handaka 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas meminta Menteri Agama untuk berhati-hati dalam memberikan pernyataan soal rencana afirmasi terhadap kelompok Syiah dan Ahmadiyah.

Anwar beralasan masalah ini sangat sensitif karena terkait dengan unsur teologis dalam agama Islam.

"Sehubungan dengan adanya rencana dari Menteri Agama yang baru untuk mengafirmasi Syiah dan Ahmadiyah ya. Saya mengimbau menteri agama untuk berhati-hati. Karena masalah ini adalah masalah yang sangat sensitif karena dia bersifat teologis," ucap Anwar kepada Tribunnews.com, Jumat (25/12/2020).

Baca juga: Sosok Habib Hasan, Beri Contoh Toleransi dengan Berbagi Rezeki di Hari Natal

Baca juga: Aksi Yaqut Cholil Sepekan Menjabat Menteri Agama, Janji Lindungi Minoritas hingga Grogi Pidato

Menurut Anwar, dalam ajaran Islam, masalah perbedaan teologis adalah persoalan yang fundamental, karena menyangkut keimanan dan keyakinan.

Anwar menyarankan sebelum ada dialog soal masalah ini, sebaiknya diupayakan persamaan pandangan umat Islam Indonesia terhadap Syiah dan Ahmadiyah.

Menurut Anwar, sejauh ini belum antara Sunni dan Syiah di Indonesia.

"Menurut saya harus diusahakan dan diupayakan tentang kesatuan sikap dan pandangan dari umat Islam terhadap Syiah.

Bagaimana Ahlussunnah Wal Jamaah atau kelompok sunni Indonesia memandang Syiah. Itulah nanti akan dibawa ke dalam dialog antara Syuni-Syi'i yang direncanakan oleh Menteri Agama," kata Anwar.

Dirinya mengatakan jika belum ada kesamaan kesepahaman, wacana membuka dialog soal Syiah dan Ahmadiyah justru akan menimbulkan ketegangan.

Menurut Anwar, Kementerian Agama perlu untuk berdialog terlebih dahulu dengan ormas Islam dan para ulama.

Halaman
12
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved